Wakapolda Jatim Hadiri Konferensi Pers Penindakan Barang Impor Tiruan


Surabaya – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggelar Konferensi Pers terkait penindakan barang impor tiruan atau pemalsuan merek berupa pulpen tiruan atau merek palsu sebanyak satu kontainer asal negeri China yang dikirim melalui angkutan laut di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (09/01).

Ungkap kasus barang impor tiruan atau merek palsu ini merupakan yang pertama sejak diterbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2017, menyusul diberlakukannya Undang-undang (UU) Nomor 17 Tahun 2006, sebagai revisi dari UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Hadir dalam kegiatan ini Wakapolda Jawa Timur Brigjen. Pol. Drs. Djamaludin dengan didampingi Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes. Pol. Gideon Arif Setiawan, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi dan Brigjen. Pol. Drs. Reynhard Silitonga serta pejabat instansi terkait.

Kepada awak media, Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Heru Pambudi menyebutkan bahwa dalam satu kontainer tersebut berisi 858.240 buah pulpen senilai Rp1.019.160.000.

“Pengirimnya adalah PT PAM dari China. Pulpen tiruan itu merek Standard AE7 yang sebenarnya ‘made in Indonesia’ dengan hak kekayaan intelektual atau HKI dimiliki oleh PT Standardpen Industries,” ungkap Heru.

Dalam ungkap perkara ini, barang bukti yang berhasil diamankan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yakni satu kontainer Pulpen merek Standard AE7.