Wakapolda Jatim Dampingi Mendagri Launching Gerakan 26 Juta Masker


Malang – Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian launching gerakan 26 juta masker di Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dalam launching tersebut hadir pula, Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, Kapolres Malang Raya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati/Walikota Malang Raya serta serta unsur pejabat yang lainnya.

Dalam sambutannya Mendagri mengungkapkan, disaat pandemi covid19 Pemerintah jangan hanya memikirkan kesehatan saja melainkan juga harus memikirkan perekonomian masyarakat. Semua harus ditangani balance antara kesehatan dan ekonomi sehingga bisa berjalan beriringan.

Baca Juga : Sultan Najamudin Keluhkan Kinerja Menteri Perdagangan

Sementara dalam penanganan covid19 yang terjadi di Indonesia. Pemerintah tidak bisa melakukan lockdown, karena memberlakukan lockdown itu tidak mudah karena setiap daerah atau wilayah mempunyai karakteristik berbeda beda.

Dan pemerintah tidak bisa melarang menghalau orang dari dalam untuk keluar maupun orang luar masuk kedalam. Seperti halnya, warga Surabaya masuk Malang maupun malang ke Sidoarjo.

“Masyarakat kita tidak ada batasan, bagaimana kita akan melakukan karantina wilayah,” kata Tito Karnavian, Mendagri RI, Jumat (7/8).

Baca Juga : Mendagri Bersama Gubernur Khofifah Launching Gerakan 26 Juta Masker

Saat ini harus menggunakan cara lain seperti pembatasan skala besar dan menemukan formula lain dengan jaga jarak, pakai masker, cuci tangan maupun tidak berkerumun. Namun hal itu sulit di implementasikan ke masyarakat.

“Masyarakat ini sulit untuk diajak untuk mematuhi protokol kesehatan dengan cuci tangan, pakai masker maupu jaga jarak,” tambahnya.

Penggunaan masker ini sebenarnya sangat efektif dalam pencegahan penyebaran virus korona, karena penyebaran sendiri juga bisa dari muncratan droplet. Namun masyarakat yang menggunakan masker itupun juga harus menggunakan dengan cara yang benar.

“Penggunaan masker ini sangat penting guna mencegah penularan virus korona, namun penggunaan masker juga harus dilakukan dengan cara yang benar,” ucapnya.

Baca Juga : Kapolda Jatim Silaturahmi Dengan Dua Pimpinan Ponpes di Pamekasan

Di jawa timur jumlah penduduk begitu besar, sehingga diperlukan kesungguhan dari Pemerintah pusat, Provinsi, dan Daerah harus secara bersama sama untuk menanggulangi covid19.

Saat ini sedang menuju prilaku masyarakat untuk selalu memakai masker, sehingga masyarakat di indonesia khususnya jatim bisa selesai.

“Penanganan covid19 seperti di jatim ini tidak bisa pemerintah daerah bergerak sendiri, namun pemerintah mulai pusat, provinsi dan daerah harus bersama sama bergerak,” ujarnya.

Baca Juga : Kawal RUU Ciptakerja, Ketua DPD Minta Senator Fokus di Kepentingan Daerah

Di indonesia sendiri masih banyak masyarakat yang belum semuanya menggunakan masker. Kesadaran masyarakat masih belum sepenuhnya memahami penggunaan masker.

Selain itu didukung dengan berbagai faktor, seperti masih ada masyarakat tidak mampu membeli masker, atau masyarakat masih belum memakai masker dengan benar.

“Saya sudah melakukan kunjungan di beberapa provinsi di Indonesia, masih banyak warga yang belum kenakan masker, namun dengan banyak faktor,” pungkasnya.