Unik, Sosialisasi Pemilu Lewat Pagelaran Wayang Kulit


Trenggalek – Pemkab Trenggalek mendukung penuh tentang sosialisasi pelaksanaan pemilu 2020 oleh Bawaslu Kabupaten Trenggalek yang dilakukan lewat pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

Dalam pembukaan pagelaran wayang tersebut, Sekda Kabupaten Trenggalek, Ir. Joko Irianto, M.Si mengajak generasi millenial turut mencintai budayanya, hal ini juga diserukan kepada pemuda milenial untuk ikut mendukung upaya sosialisasi gerakan sadar pengawasan Pemilu yang dilakukan oleh Bawaslu Trenggalek.

Sebagai simbol dimulainya pagelaran wayang kulit ini dalam rangka sosialisasi gerakan masyarakat sadar pengawasan pemilu ini, ditandai dengan penyerahan gunungan wayang oleh Sekda kepada Dalang Ki Putut Puji Agussuseno.

Dalam kegiatan sosialisasi ini, Bawaslu Trenggalek juga mencoba melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui budaya leluhur, Wayang Kulit dengan dalang Ki Putut Puji Agussuseno dari Magetan yang mengambil lakon “Wiratha Parwo”.

Baca Juga : Hidayutunurrohma Terpilih Pimpin DPC Srikandi Pemuda Pancasila Jombang

Kegiatan ini digelar dengan harapan masyarakat tidak hanya menjadi obyek Pemilu, melainkan ada peran partisipatif untuk ikut menjaga Marwah Pemilu dalam bidang pengawasan. Dengan ikut melakukan pengawasan, harapannya Pemilu jujur dan adil itu bisa terwujud.

Selain sosialisasi gerakan masyarakat sadar pengawasan Pemilu dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini juga bentuk rasa syukur Bawaslu Trenggalek atas suksesnya gelaran Pemilu tahun 2019 yang sudah berlangsung sukses, aman dan damai.

Pagelaran wayang kulit di Pendopo Manggala Praja Nugraha ini semakin menarik karena Bawaslu Trenggalek juga mendatangkan bintang tamu yang memang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat, Gareng Semarang dan Sinden terkenal Lusi Brahman.

“Saya sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh Bawaslu Trenggalek untuk menyadarkan masyarakat mengenai petingnya peran serta masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan Pemilu,” tutur Sekda Trenggalek Ir. Joko Irianto, M.Si, saat membuka pagelaran wayang kulit ini, Minggu, (10/11)

Baca Juga : Bawa Kabur Motor Konsumen, Debt Collector OTO Finance Ngagel Bakal Dilaporkan Ke Polisi

Lebih lanjut Joko juga menambahkan bahwa apalagi dalam sosialisasi ini Bawaslu melakukan pendekatan menggunakan seni budaya,

ā€œDiharapkan dengan pendekatan budaya ini tujuan sosialisasi tersampaikan dan ada partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu sesuai dengan tema kegiatan ini “Bersama Bawaslu Masyarakat Sadar Budaya Pengawasan Pemilu,” tutupnya.  (tata)