Tradisi Leluhur Larung Saji, Wujud Syukur Nelayan


Tuban – Sebagai wujud syukur dan mengharap berkah Tuhan Yang Maha Esa, warga Kelurahan Karangsari, Tuban, menggelar Sedekah Laut, Rabu (21/08).

Prosesi Sedekah Laut diawali dengan kirab kepala sapi dan sesaji dalam miniatur perahu di jalan sekitar pemukiman hingga ke pantai.

Hadir pada kesempatan ini Kepala Disparbudpora Kabupaten Tuban, Kepala Diskanak Kabupaten Tuban, Camat dan Forkopimca Tuban. Masyarakat tampak antusias mengikuti serangkaian Sedekah Laut kali ini.

Setelah digelar ritual dan doa, kepala sapi dipasang di atas tiang pancang tepi pantai. Sedangkan, sesaji dalam miniatur perahu dinaikan ke perahu nelayana untuk dilarung di tengah laur. Puluhan kapal nelayan berhias bendera warna-warna ikut mengarak sesaji ke tengah laut.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparpudpora) Kabupaten Tuban, Drs. Sulistiyadi, MM., mengungkapkan sedekah ini merupakan merupakan kegiatan rutin yang diadakan warga kelurahan Karangsari tiap tahunnya.

“Warga kelurahan Karangsari yang notabene nelayan menggelar sedekah laut mengharapkan keberkahan Tuhan Yang Maha Esa,” ungkapnya. Selain itu, agar dijauhkan dari marabahaya ketika bekerja. 

Sulistiyadi menambahkan kegiatan Sedekah Laut akan dijadikan agenda tahunan kelurahan Karangsari. Pihaknya akan mendukung kegiatan yang diadakan masyarakat dalam rangka melestarikan kebudayaan luhur di masyarakat. Meski demikian, warga diberikan kebebasan untuk menggelar sedekah laut secara kolektif maupun tiap RT.

Sementara itu, Juru Kunci Larung Sesaji Karangsari, Khasminah menjelaskan kepala sapi dan sesaji yang diarak warga memiliki makna tersendiri. Kepala sapi yang disebut Kyai Mancung dipasang di tiang pancang dengan harapan agar nelayan dan keluarganya terhindar dari segala bala (marabaya maupun hal negatif).

Khasminah menambahkan sesaji di miniatur kapal disebut sebagai Bekakak. Sesaji tersebut terdiri dari telur, kacang hijau, kacang tanah, lawe, sisir, cermin kecil, pisang, cabe, terasi, micin dan bumbu lengkap, gula, kelapa, bunga, dan nasi tumpeng kecil.

“Berkah dari sedekah laut ini kehidupan masyarakat nelayan tentram. Berbeda dengan sebelumnya yang selalu ada masalah dan bencana,” imbuhnya.

Kegiatan larung saji di Karangsari, telah berlangsung 11 kali atau rutin digelar sejak tahun 2007. Namun, pada dua tahun terakhir, Sedekah Laut tidak digelar karena ada kendala dana di kepanitiaan.