Tingkatkan Masa Tanam Ditengah Pandemi, Menteri Pertanian Gencarkan Program PKBM dan Apresiasi Serapan KUR


Tuban – Dalam upaya membangkitkan kembali sektor pertanian di masa Pandemi Covid-19, Kementerian Pertanian (Kementan) mulai gencar dalam melakukan peninjauan implementasi Program Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi (PKBM) di berbagai daerah.

Salah satunya adalah kunjungan Menteri Pertanian (Mentan) di Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban Jawa Timur, Jumat (26/6)

Pada kesempatan tersebut, Kementan sekaligus menyerahkan bantuan dan KUR Tani untuk mendukung program PKMB di Tuban.

Pihaknya mengacungi jempol atas keberhasilan serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani dari Kabupaten Tuban yang bisa mencapai tertinggi se Indonesia.

Melihat tingginya serapan itu, pihaknya yakin bahwa Kabupaten Tuban akan menjadi kandidat lumbung pangan nasional.

Baca Juga : Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional, Gubernur Khofifah Wanti-Wanti Metamorfosis Narkoba

Dari data serapan di Bank BNI saja tercatat di tahun 2019, Bank yang menjadi Badan Usaha Milik Negara itu mampu menggelontorkan sebeaar Rp 167.809 M untuk 17.394 petani di Tuban.

Di tahun 2020 hingga masa kalender 22 Juni ini sudah 74.459 M tersalurkan bagi 7.207 petani dan diprediksi akan bertambah.

Syahrul menyebutkan komitmen Kementan dalam mendukung percepatan masa tanam dengan program PKMB ini adalah selain untuk meningkatkan percepatan masa tanam dan masa panen juga untuk mengantisipasi adanya kekurangan tenaga petani, karena dengan tenaga mekanisasi atau alat mesin pertanian (alsintan) otomatis masa tanam akan lebih cepat sehingga masa panen dapat dilakukan tepat waktu.

Pada tahun 2020, secara nasional pemerintah mentargetkan luas tanam padi 11,66 juta hektare, berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras, sementara sasaran luas tanam padi pada musim kemarau hingga september 2020 ini sebesar 5,6 juta hektare.

Baca Juga : Peringati Hari Bhayangkara, Polda Jatim Kembali Distribusikan Ribuan Paket Sembako

“Kami mengharapkan kepada Provinsi dan Kabupaten/Kota melakukan gerakan di lapangan dan menggerakkan Strategi Pertanian di Kecamatan sebagai ujung tombak nya. Komitmen yang kuat semua pihak yang terlibat di masing-masing tingkatan akan menjadi indikator keberhasilan pencapaian sasaran tanam padi,” ujarnya.

Syahrul menambahkan untuk mewujudkan kemandirian pangan, oleh karenanya sasaran tanam padi 2020 ini cukup tinggi dibanding realisasi tahun sebelumnya.

Langkah nyata yang diambil guna mewujudkan hal ini adalah pertanaman padi bulan Mei sampai dengan September 2020 harus dimaksimalkan dengan mekanisasi mulai dari saat tanam menggunakan mesin penanam padi sampai dengan masa panen menggunakan mesin pemanen.

Selanjutnya dalam mendorong Program PKMB ini Kementan juga mengoptimalkan Program KUR Tani, BNI sebagai salah satu Bank BUMN yang ditunjuk untuk menyalurkan program tersebut akan fokus dalam mewujudkan program-program pemerintah khususnya di bidang pertanian.

Dan disela kunjungan Mentan di Kabupaten Tuban tersebut juga dilakukan penyaluran KUR Tani BNI kepada 3 petani secara simbolis.

Baca Juga : Presiden Jokowi Tegaskan Akan Cek Kondisi Covid-19 di Jatim Dua Minggu Lagi

Di tempat terpisah Gunawan Putra Head of Region BNI Kanwil Surabaya menjelaskan BNI menyambut positif Program PKMB yang digencarkan Kementan untuk mencapai target tanam di tahun 2020 dengan komitmen untuk menyalurkan alokasi KUR Tani kepada para petani, baik untuk sarana pembelian alsintan atau pupuk selama masa tanam.

Saat ini BNI telah menyalurkan KUR Tani di Wilayah Surabaya sebanyak Rp 250.385 Milyar dengan jumlah debitur 20.512 sedangkan untuk Kabupaten Tuban sendiri sudah tersalurkan Rp 74.834 Miliar dengan jumlah debitur 7.255 per tanggal 24 Juni 2020.

Dan untuk memitigasi risiko terjadinya kredit macet seperti kasus KUR di tahun 1990 an berdasarkan Permenko Nomor 8 Tahun 2019 tentang pelaksanaan KUR, bunga KUR Tani turun dari 7% menjadi 6%, dengan jangka waktu maksimal 5 tahun diharapkan petani bisa memanfaatkannya sebaik mungkin untuk mendapatkan pembiayaan.

“Skema pinjaman ini pun berbeda dengan pinjaman komersial lainnya yaitu petani dapat mencicil pinjaman apabila produk pertaniannya sudah di panen atau istilahnya “Yarnen” (bayar panen),” jelas Gunawan Putra.

Hadir dalam acara kunjungan tersebut Menteri Pertanian RI Dr. Syahrul Yasin Limpo SH.,M.Si, Ditjen Tanaman Pangan Dr. Ir. Suwandi M.Sc, Ditjen Hortikultura Dr. Ir. Prihasto Setyanto M.Sc, Ditjen Perkebunan Dr.Ir. Kasdi Subagyono M.Sc, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan drh. I Ketut Diarmita M.P, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Dr. Sarwo Edhy S.P., M.M, Pgs.

Baca Juga : Lapor Jokowi, Gubernur : Penyebaran Covid 19 di Jatim Luar Biasa

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Darsak, Kadin Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Hadi Sulistyo juga hadir dalam agenda teraebut.

Turut hadir juga Head of Consumer Banking BNI Wilayah Surabaya Faizal Isnaeni, Pimpinan Cabang BNI Tuban Eri Prihartono, seluruh Unsur Forkompimda Kabupaten Tuban, jajaran setingkat OPD Pemkab Tuban serta para petani, dan masyarakat di desa setempat.