Tim Pendamping Profesional Desa Tekan Penyebaran Covid-19


Trenggalek – Tim Pendamping Profesional Program TPP-P3MD Kabupaten Trenggalek gencar melakukan Pencegahan dan penanganan penyebaran Vorona Virus Disease (Covid – 19).

Upaya tersebut dilakukan dalam rangka menindaklanjuti surat edaran Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai (PKT).

Pendamping Ahli P3MD Kabupaten Trenggalek Tri Andoko mendorong dan memastikan anggaran tanggap bencana pada Bidang 5 pada Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDesa) di wilayah Trenggalek dapat segera direalisasikan atau dengan mekanisme diantaranya :

  1. Perdes dapat diubah lebih dari satu kali ketika keadaan luar biasa;
  2. Dikabupaten trenggalek hanya bisa melakukan perubahan perkades terkait dengan penanganan covid-19, mengingat BPD juga belum dilantik karena BPD periode lama berakhir pada 28 Maret 2020;
  3. Dalam konsideran menimbang di Perkades harus mencantumkan kalimat Surat Edaran Bupati nomor 065/1019/406.018/2020 tanggal 27 Maret 2020;
  4. Skup perubahan perkades hanya dalam ring barang dan jasa serta modal;
  5. Untuk penanganan covid-19 bisa dibiayai dari Belanja Tak Terduga;
  6. Untuk pembelanjaan tidak boleh merubah pagu kegiatan dan pagu jenis belanja (Belanja Pegawai, Belanja Barang dan jasa, Belanja Modal dan belanja Tak Terduga);
  7. Kepala Desa diminta membuat Surat Pernyataan Darurat Bencana berdasarkan keputusan Bupati;
  8. Desa segera membuat tim satgas penanganan covid-19 dan boleh diberikan upah per kegiatan setinggi-tingginya sebesar 20.000;
  9. Ketika dari 5 rekening kegiatan sesuai edaran bapati (02.02.01, 02.02.03, 02.02.04, 02.02.09) desa belum menganggarkan, langkah desa: dilarang merubah Perdes APBDes sebelum Muncul Perda Perubahan APBD;

Baca Juga : Gubernur Khofifah Dorong RS dan Dinkes Yang Sudah Terima Alat Segera Lakukan Tes Cepat Massal

“TPP P3MD Trenggalek sedang melakukan upaya untuk pencegahan Covid-19 dilevel desa sesuai Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) pendamping desa. Langkah ini sebagai tindak lanjut dari SE Mendes PDTT dan Surat Edaran Bupati Trenggalek tentang Tanggap Covid-19,” katanya, Selasa, (31/3).

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Trenggalek untuk memastikan petugas kesehatan yang ada di puskesmas dan desa siaga dan terlibat aktif dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

“Tim kami sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan tenaga kesehatan dan fasilitas polindes serta poskesdes dapat dioptimalkan untuk tanggap Covid-19,” tambahnya.

Diakuinya, bahwa dalam wabah Covid-19 ini sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat desa terutama para pedagang kecil ditingkat desa.

Hal ini harus segera diatasi agar penyebaran Covid-19 tidak berlarut-larut sehingga perekonomian di tingkat desa dapat segera membaik.

Baca Juga : Physical Distancing, Pemkab Tutup Akses Utama Masuk Trenggalek

Ia juga membuka selebar-lebarnya peran pemangku kebijakan baik ditingkat daerah maupun provinsi untuk mendukung langkah-langkah prefentif pencegahan penyebaran Covid-19 terutama di level desa agar tidak berlarut-larut.

Langkah-langkah TPP-P3MD Kabupaten Trenggalek itu mendapatkan apresiasi dan dukungan dari semua elemen dan wakil ketua DPRD Kab. Trenggalek Doding Rahmadi S.T.

Doding menyampaikan pihaknya akan terus mendorong langkah-langkah TPP-P3MD Kabupaten Trenggalek dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

“Yang jelas kami akan mendukung sepenuhnya atas langkah-langkah yang dilakukan oleh sahabat-sahabat Pendamping desa ini,” tutur politisi PDI Perjuangan itu

“Kami berharap peran aktif pendamping desa di Kabupaten Trenggalek dapat meminimalisir penyebaran Covid-19 di desa dampingan masing-masing. Sehingga Covid-19 dapat segera teratasi dan keadaan secepatnya pulih,” tutup Doding. (tata)