Terus Perangi Covid-19, Dandim Tuban Gunakan Metode Baru


Tuban – Dewasa ini penyebaran Covid-19 masih menjadi pekerjaan rumah bersama, dengan kata lain Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) masih belum bisa dihentikan penyebarannya. Ancaman terus menghantui dimana-mana hingga sulit diketahui penyebabnya.

Berbagai cara dilakukan dewasa ini, seperti memakai masker adalah tameng utama untuk membunuh liarnya virus yang menyerang saluran pernafasan ini.

Selain juga mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes), semisal menjaga jarak aman, mencuci tangan dengan air mengalir dan menerapkan hidup sehat.

Hal tersebut terkadang sudah dilakukan, namun kesadaran masyarakat yang kurang mematuhi Prokes menjadikan was-was. Bisa juga terkontaminasi dari rendahnya kesadaran orang lain akan kepatuhan menerapkan Prokes itu.

Diketahui bahwa, Corona virus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).

Baca Juga : Sekjen PBB Doakan Kesembuhan untuk Syekh Ali Jaber dan Aa Gym

Virus ini menular melalui percikan dahak (droplet) dari saluran pernapasan, misalnya ketika berada di ruang tertutup yang ramai dengan sirkulasi udara yang kurang baik atau kontak langsung dengan droplet.

Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS).

Titik berat penangkalnya, sebenarnya tidak jauh, mendisiplinkan diri untuk menerapkan anjuran kesehatan adalah kuncinya.

Baca Juga :   Gubernur Khofifah Keluarkan SE Larangan Bagi ASN Pemprov Jatim Bepergian ke Luar Daerah dan Ajak Mayarakat Tinggal di Rumah

Sebab, dengan begitu, imun alami pada diri sendiri akan terbentuk, kekebalan tubuh secara mandiri ini secara akumulatif akan mengurangi angka gejala penyebaran.

Maka dari itu, Komandan Sub Satuan Tugas (Dansubsatgas) Covid-19 Tuban, Letkol Inf Viliala Romadhon terus menabuh genderang perang melawan virus berbahaya ini.

Baca Juga : Ketua DPD RI Minta Senator Ikut Awasi Penyaluran Bansos Corona Tunai di 2021

Tugas dan Fungsinya tidak semudah membalikkan telapak tangan, setiap orang diajak untuk menjaga kesehatannya dan mematuhi Prokes yang ada.

Namun tugas yang terpenting adalah terus mensosialisasikan akan pentingnya menjaga Prokes untuk dipatuhi dan dijalankan masyarakat secara luas.

Secara Internal, TNI menjadi tulang punggung bersama Gugus Tugas lainnya dalam memutus mata rantai covid-19. Amanah ini, menjadikannya harus putar akal agar masyarakat faham dan mengerti bahaya virus ini. Hingga berbagai cara dilakukan agar berhasil.

Menegakkan disiplin kepada masyarakat dalam melaksanakan 3 M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak nampaknya masuk dalam draf kerjanya.

Tidak hanya edukasi Non Verbal, Edukasi fisik juga dilakukannya seperti melakukan penyemprotan Disenfektan di titik kerumunan, tempat ibadah, tempat umum hingga fasilitas tertentu.

Baca Juga : Polda dan Kodam V Brawijaya Dukung Pemprov Jatim Berlakukan Jam Operasional Masyarakat Pada Malam Pergantian Tahun

“Kita bersama Gugus tugas lainnya menyatakan perang melawan covid-19. Saya sendiri bertugas melakukan penebalan dalam membantu menyadarkan masyarakat akan bahaya virus ini,“ kata Letkol Inf Viliala Romadhon yang aktif menjabat Dandim 0811 Tuban di kantornya, Selasa (28/12).

Baca Juga :   Malu Hamil Diluar Nikah, Wanita Ini Tega Bunuh Bayi Hasil Hubungan Gelapnya

Menurutnya, indikasi keberhasilan ini tidak bisa dihitung secara aritmatika, melainkan sejauh mana tingkat kesadaran masyarakat untuk bisa menerapkan Prokes secara disiplin.

Proses penyembuhan memerlukan waktu panjang dan melibatkan banyak unsur, sehingga harus didukung oleh banyak pihak dan utamanya masyarakat sendiri.

Ada fase dimana angka penyebarannya meningkat dan sebaliknya, terkadang masyarakat lalai akan hal itu.

Ketika angka penularannya menurun dianggap musibah masssal ini hilang, padahal itu menurut Letkol Inf Viliala Romadhon salah.

Baca Juga : Karantina Diperpanjang, Masyarakat Panama Hanya Bisa Keluar Selama 2 Jam

Baik meningkat atau menurun, seharusnya, kewaspadaan akan bahaya Covid-19 tetap disadari, sehingga proses pemutusan rantai penyebarannya bisa terpenuhi.

“Kita jangan lalai akan hal itu, karena ini bentuknya virus ya. Bisa menular melalui udara, maka disiplin diri dan saling mengingatkan adalah kuncinya, “ ujar Letkol Inf Viliala Romadhon yang juga wakil 1 Gugus tugas Covid-19 Tuban itu.

Hingga kini, pihaknya masih terus mengobarkan api disiplin 3 M, hingga kepada bawahannya agar terus mensosialisasikan kepada warga sipil untuk terus menerapkan Prokes yang ada.

10 Ribu masker yang sudah disiapkannya juga sudah dibagikan hingga ke pelosok teritorialnya.

Tercatat, sesuai data Operasi Oenegakan Disiplin (Opsgakplin) di Kodim 0811 Tuban ada sekitar 39 titik pendisiplinan.

Baca Juga : Polda Jatim Akan Lakukan Tracing dan Testing Pelayat Ulama di Kota Pasuruan

Jumlah ini tersebar di daerah perkotaan hingga Koramil jajarannya, seperti, Alun-Alun kota, tempat swalayan besar, pertokoan besar, taman kota, Pasar induk hingga fasilitas umum seperti Makam Sunan Bonang.

Baca Juga :   Gubernur Jatim Meninjau TPA Jabon Sidoarjo

Di daerah kecamatan sendiri, juga terdapat titik vital pendisplinan seperti pasar tradisional, pasar hewan, kedai, wisata pantai, rumah makan dan Terminal.

Obyek ramai ini sengaja mendapat perhatian khusus sebab banyak aktivitas warga yang menggunakannya, pihaknya juga menaruh personil setiap hari untuk melaksanakan tugas.

“Kita ada 39 titik pendisiplinan, yang dilakukan operasi penegakan disiplin. Tujuannya agar warga terbiasa dan menerapkan Prokes yang ada,“ imbuhnnya

Edukasi lain juga dilakukannya guna menambah efek ingat bagi masyarakat yang lalai, seperti memberikan sangsi fisik kepada remaja yang nongkrong di warung atau tempat hiburan lainnya.

Baca Juga : Sambut Tahun 2021, Kapolda Jatim Siapkan Manuver Tangani Covid-19

Hal ini sengaja dilakukannya untuk menumbuhkan kesadaran diri dan turut menjaga ekosistem disiplin Prokes.

Kesadaran setiap individu, dijelaskan Dandim Tuban itu berbeda-beda, sehingga metode pendisplinan harus berbeda pula.

Rencananya, dirinya akan menggunakan metode pencegahan Hulu hingga Hilir. Maksudnya, pendisiplinan Hulu dengan mendisiplindan masyarakat yang belum terdampak atau terkontaminasi Covid-19 dengan intens.

“Ini membutuhkan kerjasama dari bergai pihak. Kita melakukan penebalan hingga ke titik keramaian sampai menempatkan petugas di lokasi, “ serunya.

Adapun metode Hilir adalah dengan menangani pasien yang sudah terkena virus dengan benar dan seksama. Tujuannya agar Pandemi yang sudah hampir setahun dirasakan di bumi pertiwi ini segera teratasi. (Afi)