Terjerat Perkara Pemalsuan Keterangan Nikah, Henry J Gunawan Dituntut 3,5 Tahun Penjara


Surabaya – Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan atas perkara dugaan pemalsuan keterangan pernikahan dengan terdakwa Henry J Gunawan dan Istri, Iuneke Anggraini kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya.

Kejari Surabaya melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso menjatuhkan tuntutan bersalah terhadap Bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP) Henry J Gunawan dan Istri, Iuneke Anggraini.

Keduanya dianggap terbukti bersalah melakukan pemalsuan keterangan pernikahan ke dalam akta otentik.

“Menuntut terdakwa 1 Henry Jocosity Gunawan dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan penjara, terdakwa 2 Iuneke Anggraini dengan pidana penjara selama 2 tahun,”kata JPU Ali Prakoso saat membacakan surat tuntutannya diruang sidang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (12/12).

Baca Juga : Romi Yudianto Resmi Jabat Kakanim Klas I Khusus TPI Batam

Dalam surat tuntutanya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan bahwa perbuatan pasangan suami istri (Pasutri) ini telah bertentangan dengan Pasal 266 ayat (1) KUHPidana.

“Terdakwa 1 Henry Jocosity Gunawan dan Terdakwa 2 Iuneke Anggraini telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dan turut serta melakukan perbuatan menyuruh memasukkan keterangan palsu dalam akte otentik mengenai suatu hal yang sebenarnya harus dinyatakan oleh akte itu dengan maksud memakai atau menyuruh orang lain memakai akte itu seolah olah keterangannya sesuai dengan kebenaran,” sambung JPU Ali Prakoso.

Sikap berbelit-belit kedua terdakwa dan tidak mengakui perbuatannya menjadi pertimbangan yang memberatkan dalam tuntutan jaksa.

“Yang meringankan, Terdakwa 1 Henry Jocosity Gunawan tulang punggung keluarga dan terdakwa 2 Iuneke Anggraini belum pernah dihukum,” pungkas JPU Ali Prakoso.

Baca Juga : Ketua PODSI Jatim Beri Motivasi Atlet Jelang Pra-PON 2019

Atas tuntutan tersebut, Kedua terdakwa melalui tim penasehat hukumnya mengaku akan mengajukan pembelaan atau pledoi.

“Sidang dilanjutkan hari Selasa, tanggal 17 untuk pembacaan pledoi,” pungkas Ketua Majelis Hakim Dwi Purwadi. (son)