Terdakwa Bisnis Tokek Abal-abal Divonis 10 Bulan Penjara


Surabaya – Sidang lanjutan dengan agenda tuntutan dan berlanjut putusan (vonis) perkara penipuan bisnis jual beli tokek yang menjerat terdakwa Hengky Irawan Suwargono kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (03/09).

Dalam membacakan tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sukisno.SH dari Kejari Surabaya, menuntut terdakwa Hengky Irawan Suwargono selama satu (1) tahun penjara, karena menganggap perbuatan terdakwa telah terbukti melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Usai dibacakan surat tuntutan oleh JPU, terdakwa yang merasa keberatan dengan tuntutan Jaksa mengajukan pembelaan secara lisan meminta keringanan terhadap Majelis Hakim yang di ketuai Slamet Riadi.SH.MH.

Karena mengingat usia terdakwa yang sudah tua dan juga sebagai tulang punggung keluarga, hal itulah yang dijadikan pertimbangan Hakim sehingga Majelis Hakim memutuskan untuk menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa selama (10) sepuluh bulan penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, perkara ini berawal pada saat terdakwa Hengky menawarkan bisnis penangkapan tokek kepada saksi Ganda Kusuma Sutiono (korban) yang dari pengakuan terdakwa memiliki binatang jenis tokek dengan ukuran mencapai 55 hingga 60 cm sambil memperlihatkan gambar tokek yang ada di HP milik terdakwa.

Baca Juga: Karena Bisnis Tokek, Pria Ini Merasakan Duduk di Kursi Pesakitan

Kepada korban, terdakwa mengatakan bahwa jika harga tokek tersebut jika dijual mencapai milyaran rupiah, dan terdakwa juga menjelaskan bahwa bisnis penangkapan tokek tersebut tidak akan lama untuk menangkapnya, namun untuk penangkapan ini membutuhkan biaya sekitar Rp. 30,000,000 (Tiga puluh juta rupiah).

Dengan iming-iming keuntungan yang begitu besar maka akhirnya korban tertarik juga untuk menjalankan bisnis ini, dan kemudian korban tergerak hatinya untuk mengirimkan uang sebesar Rp. 30,000,000 (Tiga puluh juta) pada terdakwa sebagai bukti investasi.

Kemudian terdakwa bersama saksi Surya Hasani yang juga merupakan salah satu korban, pada hari Kamis 28 Desember 2017, mengadakan pertemuan dirumahnya di jalan Pacar kembang IV/24a Surabaya, lalu saksi korban menyerahkan uang melalui transfer sebesar 27,000,000 (Dua puluh tujuh juta rupiah) ke rekening terdakwa.

Usai terdakwa menerima uang tersebut, terdakwa ternyata tak kunjung menyerahkan tokeknya kepada saksi korban, yang kemudian karena merasa tertipu korban pun melaporkan hal ini ke Polisi untuk di proses sesuai hukum yang berlaku.

Akibat dari perbuatan terdakwa ini, saksi Ganda Kusuma Sutiono mengalami kerugian hingga Rp 30,000,000; (Tiga puluh juta rupiah), dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya terdakwa terancam dalam pasal 378 KUHP tentang penipuan. (son)