Status 30 ODR, Pemdes Kebomlati Galang Desinfektan


Tuban – Pemerintah Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban meningkatan kewaspadaan atas pencegahan penyebaran Covid – 19 dengan melaksanakan Disinfektan di lingkungan desanya, Senin (30/3).

Sejak pagi warga perwakilan dari setiap dusun ikut bergotong royong melaksanakan kegiatan tersebut.

Puluhan alat semprot desinfektan dan beberapa obat juga sudah disiapkan sebelumnya.

2 buah kendaraan bak terbuka diisi dengan sound system untuk memberikan pengarahan dan himbauan kepada masyarakat agar waspada dengan virus corona.

Sebab, bahaya yang diakibatkan tidak langsung dirasakan, melainkan membutuhkan waktu inkubasi virus.

Baca Juga : Langkah Sigap Pemkab Trenggalek Atasi Pendemi Covid-19

Terkadang waktu inkubasi virus tersebut jarang disadari masyarakat, sehingga penyebarannya perlu diantisipasi sejak dini.

Maka dari itu, pihak Pemerintah Desa aktif melaksanakan arahan untuk pencegahan musibah nasional itu.

Sehingga dikeluarkan Perkades No. 01 tahun 2020 tentang pedoman umum tanggap darurat pengurangan resiko bencana pencegahan covid 19.

Pelaksanaannya dilakukan penyemprotan desinfektan di 21 Musolla, 3 Masjid, 4 Tempat Pengajian Quran (TPQ), 6 Sekolah, 1 Balai desa.

Setiap titik lokasi atau lingkungan memperoleh 2 botol paket obat disinfektan atau 6 tangki semprot ukuran 16 Liter.

Baca Juga : Gubernur Khofifah Pastikan Tidak Ada Lockdown di Madura

Tenaga relawan juga dikerahkan untuk memeperluas area penyemprotan desinfektan hingga di jalan desa dan rumah warga.

“Sosialisasi penyemprotan memakai kendaraan. Sekaligus kita turunkan relawan dan warga untuk aktif menyemprotkan disinfektan. Serentak hari ini dilakukan, jadi menyeluruh di setiap lingkungan, ” terang Kepala Desa Kebomlati, Munijan.

Sementara itu, sesuai data pasien yang sùdah didata dan dilaporkan, ada 30 Orang Dalam Resiko (ODR).

Orang ini masuk dalam kategori ODR sebab sepulang dari kota zona merah atau wilayah kabupaten dengan status pasien corona aktif.

Sehingga perlu diawasi dan didata agar pencegahannya mudah dilakukan dan diawasi.

Baca Juga : Kapolda Bersama Forkopimda Jatim Pantau Pelaksanaan Physical Distancing di Suramadu

“ODR ini adalah pasien yang datang ke desa setelah pulang dari zona merah. Seperti Surabaya, Jakarta, Malang, Solo, dan kota lainnya. Maka kami data dan kami laporkan ke Puskesmas untuk ditindak lanjuti. Memang ada 1 warga yang dalam pengawasan, mahasiswa yang pulang dari luar negeri. Sudah di lakukan karantina di Batam, dan dinyatakan Negatif, sehat dan aman. Disini tetap diawasi,” jelas Bidan Desa Kebomlati, Narti.

Akan hal itu, Sekretaris Kecamatan Plumpang, Jusuf Hernowo juga menjelaskan bahwa kegiatan penyemprotan desinfektan di seluruh desa di wikayahnya sudah usai dilakukan.

Ada 18 desa semua sudah melaksanakan kegiatan, dilakukan sejak sepekan lalu hingga hari ini selesai.

“Setiap desa kita periksa, dampingi dan didata. Terkait proses penyemprotan, data pasien atau warga yang diawasi hingga penyebaran himbauan untuk menjauhi kerumanan warga, ” ungkapnya. (Afi)