Sidang Sengketa Tanah Kertomenanggal Surabaya Hadirkan Saksi Ahli Waris


Surabaya – Sidang Kasus sengketa lahan di jalan Kertomenanggal kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (22/10).

Sidang kali ini digelar untuk mendengarkan keterangan ahli waris dan pembelaan tergugat dalam kasus lahan seluas 19.250 m2 yang kini dikuasai oleh PT PP Properti, dan menurut rencana akan di bangun untuk apartemen (kondotel) tersebut

Sidang perkara sengketa lahan kertomenanggal antara Ahli Waris Alm. Bahder Djohan Nasution dan Para tergugat The Nicholas, PT.Kencana Ceria dengan Direktur utama Tio Soelayman atau Tio kang Lay dengan agenda putusan sela.

Dalam fakta sidang yang berlangsung, Majelis Hakim menolak baik replik dari tergugat 1 maupun tergugat lain dengan alasan pihak tergugat 1 berdomisili di Jakarta dan Akte perjanjian jual beli dan surat kuasa yg dibuat di notaris Erly Soehandjoyo S.H. terjadi di jakarta.

Baca Juga :   Program Vaksin dan PPKM, MUI Berikan Dukungan Kepada Kapolda Jatim

Namun, mengingat obyek sengketa di jln.Kertomenanggal dan berada di kota Surabaya serta SHGB yang menjadi dasar gugatan waris adalah Produk BPN Sby 1, maka dengan ditolak permohonan putusan sela tersebut, tahapan pembuktian tetap berjalan walaupun pihak tergugat melakukan Banding.

Dalam sidang terlihat, tergugat sangat terperangah dengan putusan Hakim yang menolak putusan sela.

Putusan hakim yangg menolak eksepsi kompetensi relatif dan absolut yang diajukan tergugat dalam putusan sela sampai melonggo, tak percaya bahkan sebuah kejadian konyolpun terjadi dimana kuasa hukum dari PT. PP Property meminta waktu untuk menyampaikan replik kedua yg sebenarnya harus diserahkan pada sidang sebelumnnya.

Baca Juga :   Forkopimda Jatim Gelar Pasukan Ops Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan

Tetapi pihak kuasa hukum tidak hadir dengan memberikan alasan ke pihak Panitera Pengadilan bahwa pesawat mereka dari Jakarta ke Surabaya Delay sehingga mereka tidak bisa hadir dalam sidang sebelumnya sehingga majelis hakim memutuskan untuk sidang tetap berlanjut pada tahap berikutnya.

Perlu diketahui sebelumnya, Sengketa tanah di Belakang Gedung DPD Golkar Jatim ini muncul ketika pihak PT Kartika Ceria selaku penjual lahan ke PT. PP Properti mendapatkan gugatan dari ahli waris lahan yang merupakan keluarga Almarhum Letkol (Mar) Bahder Johar Nasution.

Baca Juga :   Pemprov Jatim Sambut Baik Tawaran Implementasi Smart City oleh NGO Wina

Gugatan ini dilayangkan melalui pengacara Ayu Puspita sari dengan no gugatan 445.Pdt.G/2018/PN.SBY

Gugatan ini dilakukan karena Ahli Waris merasa bahwa lahan itu merupakan milik keluarga dan hal ini di buktikan dengan adanya surat2 sah SHM atas nama Bahder Djohar Nasution.

Sengketa antara pihak PT Kartika Ceria dengan ahli waris ini berbuntut panjang, dan gugatan atas sengketa ini di layangkan ke PT.Kartika Ceria termasuk BPN Surabaya 1

Gugatan ke BPN Surabaya 1 ini adalah buntut dari munculnya produk SHGB No.435 thn.2016 an.PT.Kartika Ceria dgn surat ukur No.0125/dk.menanggal thn.2015. Padahal di lahan tersebut telah bersertifikat SHM No.401 an.Bahder Djohan Nasution thn.1992. (tfn/red)




Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.