Selundupkan Sabu Ke Ruang Tahanan, Pria Asal Jombang Dituntut 10 Tahun Penjara


Surabaya – Pengadilan Negeri Surabaya kembali menggelar sidang perkara narkotika jenis sabu yang menjerat terdakwa Imam Fauzi alias Cino (29).

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan, digelar diruang garuda II Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (16/03).

Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ubaydillah menuntut pria asal Dusun Gedangan, Mojowarno Jombang ini, selama sepuluh (10) tahun penjara dengan denda sebesar Rp 1 miliar dan subsidair enam (6) bulan penjara.

Tuntutan tersebut, dikarenakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penyalagunaan narkotika jenis sabu dengan cara memiliki menyimpan menyediakan atau menjual belikan barang terlarang berupa narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 13,09 gram beserta pembungkusnya atau berat netto 4,497 gram, serta dua (2) buah pipet kaca, dan satu (1) unit HP merk Nokia.

Dalam persidangan kali ini, terdakwa yang didampingi tim kuasa kuhumnya Drs Victor A sinaga berencana akan melakukan pembelaan secara tertulis yang akan dibacakan pada persidangan selanjutnya.

Baca Juga : Peringati Isro’ Mi’roj, KPP Pratama Tuban Tekankan Perbanyak Doa dan Istighfar

Sebelumnya, perkara ini terungkap saat petugas penjaga ruang tahanan Polda Jatim mencurigai terdakwa Imam Fauzi yang saat itu sedang mengunjungi temannya bernama Slamet Widodo alias Maman (berkas terpisah) di tahanan Polda Jatim.

Atas kecurigaan tersebut, petugas mulai melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap terdakwa yang ketika itu membawa makanan buat Slamet Widodo, kemudian petugas meminta pada terdakwa untuk membuka makanan yang ia bawa.

Pada saat itulah petugas mengetahui jika di dalam makanan yang dibawa oleh terdakwa ternyata ada sebungkus kacang yang di dalamnya terdapat narkotika jenis sabu yang dipesan oleh Slamet Widodo.

Selanjutnya terdakwa diminta oleh petugas untuk memberikan barang (sabu) pesanannya Slamet Widodo.

Setelah sabu tersebut di terima, kemudian petugas melakukan penangkapan terhadap Slamet.

Baca Juga : Waspada Corona, Gubernur Jatim Minta Masyarakat Tidak Panic Buying

Saat dilakukan penggeledahan pada diri Slamet, petugas menemukan barang bukti berupa (1) satu bungkus plastik berisi kacang yang di dalamnya terdapat sabu sebanyak (10) sepuluh poket dengan berat keseluruhan 13,09 gram, atau berat netto 4,497 gram, serta dua buah pipet kaca dan satu unit HP merk Nokia.

Saat di interogasi, terdakwa Imam Fauzi mengaku jika mendapatkan barang (sabu) tersebut dari seseorang yang biasa di panggil Datok (DPO) untuk di berikan kepada Slamet Widodo yang saat ini jadi penghuni rutan Polda Jatim. (son)