Satreskrim Polres Tuban Ringkus Pasutri Residivis Kasus Pencurian


Tuban – Sumiyah (42) warga Desa Pakis, Kecamatan Grabagan, Tuban dan Rosyidi (43) warga Desa Lodan Wetan, Kecamatan Sarang, Rembang berhasil di bekuk jajaran Satreskrim, Polres Tuban.

Keduanya yang mengaku pasangan suami istri (Pasutri) itu ditangkap phak kepolisian setelah mendapat laporan dari korban SHW (22), warga Desa Cingklung, Kecamatan Bancar, Tuban,

Kejadian pencurian dengan pemberatan ini berdasar pada LP-B/01/I/RES.1.8./2021/Reskrim/Tuban/SPKT Polsek Bancar, tanggal 21 januari 2021. Korban melaporkan bahwa rumahnya kemalingan.

Setelah itu, petugas mendatangi lokasi kejadian dan melakukan serangkaian penyelidikan.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dapat diketahui jika barang hasil pencurian berupa hand phone berada di seorang yang berinisial M.

Baca Juga :   Gubernur Jatim Hadiri Seminar Nasional Pengembangan UMKM

Pada hari senin tanggal 15 pebruari 2021sekitar pukul 18.00 wib di Jln Asem Mulya 1 no.18 RT 07 RW 03 Kelurahan Asemrowo, Kecamatan Asemrowo, Surabaya, M diamankan beserta barang berupa 1 (satu) unit hand phone merk realmie type 5i warna biru laut imei 1 : 866999047460619 imei 2 : 866999047460601.

Dari keterangan M, membeli dari seorang laki laki yang tidak dikenal melalui temannya yang bernama SR. Dari keterangan SR, ponsel itu dibeli dari seorang perempuan yang dikenal bernama Mia.

Saat transaksi penjualan hand phone tersebut diantarkan oleh suaminya yang bernama Rosyidi.

Selanjutnya pada hari rabu tanggal 17 februari 2021 sekira pukul 21.30 wib diwilayah Kabupaten Gresik, petugas melakukan penangkapan terhadap Sumiyah alias Mia dan Rosyidi alias Dibos.

Baca Juga :   Gubernur Khofifah Dorong RS dan Dinkes Yang Sudah Terima Alat Segera Lakukan Tes Cepat Massal

Pada saat dilakukan penangkapan dapat disita barang bukti tambahan berupa 1 (satu) unit sepeda motor merk yamaha type n-max nopol L 5664 LB warna hitam beserta STNK nya.

Diduga kendaraan tersebut dipergunakan untuk sarana melakukan pencurian dan saat itu pelaku langsung mengakui semua perbuatanya telah melakukan pencurian yang dilakukan secara bersama sama.

Selanjutnya kedua Pasutri yang mengaku sudah Nikah Siri itu diangkut ke Mapolres Tuban untuk penyidikan lebih lanjut.

Hasil pengembangan didapat keterangan telah melakukan pencurian dibeberapa TKP lain di sekitaran Kabupaten Tuban, Gresik dan Sidoarjo

Baca Juga :   Pemprov Intensif Koordinasi Dengan Pesantren Agar Terapkan Protokol Kesehatan Dalam Sambut Santri Yang Akan Kembali Mengikuti Kegiatan Belajar

Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono dalam keterangan Rilisnya menjelaskan bahwa kedua terduga pelaku adalah Residivis dalam kasus serupa.

Keduanya bertemu di tahanan, setelah bebas keduanya menikah dan menjalankan aksinya bersama.

Sang suami bertugas sebagai penginta rumah kosong yang di tinggal penghuninya, sedangkan istrinya bertugas sebagai ekskutor atau mencuri.

Barang yang digasak bervariasi, mulai Ponsel, sepeda motor hngga barang berharga lainnya.

“Mencari rumah yang sedang ditinggal sholat subuh dan pintu rumah dalam keadaan tidak terkunci, dan aksinya wilayah Tuban lainya sebanyak 7 TKP diantarany di Bancar, Widang, Semanding, Palang, Plumpang, serta di berbagai kecamatan di luar kota,” ujar Kapolres.