Saat Demo, Justru Mahasiswi Ngajak “Ngewe” Anggota DPRD


Trenggalek – Sejumlah aliansi Mahasiswa turun kejalan menantang wakil rakyat DPRD Kabupaten Trenggalek dalam menanggapi kericuhan dan polemik  RKUHP yang masih dalam penundaan pemerintah.

Ada hal menarik saat demo, ada mahasisiwi peserta demo yang justru menyerukan asusila kepada wakil rakyat. Sempat menggelitik, namun ajakan itu justru menjadi pusat perhatian. Apalagi penyerunya adalah peserta wanita berparas cantik.

Hal nyeleneh terlihat pada poster-poster yang di bawa Mahasiswa. Salah satunya menantang wakil rakyat untuk berbuat asusila. Hal tersebut di tulis beberapa Mahasiswa sebagai tanda penolakan terhadap pasal RUU KUHP yang dianggapnya tidak lazim.

Salah satunya adalah pasal tentang melakukan hubungan diluar nikah di kenakan denda Rp. 10 juta dan di bui selama satu tahun.

Pasal lain yang menunjukkan ancaman denda Rp. 10 juta dengan pidana saat orang lain di biarkan berkeliaran mencari makan di halaman orang.

Hal-hal tidak lazim itulah yang membuat para Mahasiswa nekat turun ke jalan untuk mengecam RKUHP tersebut.

Bahkan dalam salah satu orasi yang mereka lontarkan sedikit membuka aib para dewan yang suka berkeliaran di tengah malam mencari ayam-ayam kampus yang mereka jadikan selir semalam untuk memenuhi hasratnya.

Hampir semua Mahasiswa yang berdemo menggunakan hijab bagi yang perempuan. Namun, mereka mengaku tidak takut apalagi malu atas isi spanduk yang mereka bawa, karena ini merupakan salah satu wujud aspirasi untuk menekankan pada wakil rakyat yang duduk manis di ruang ber AC.

BACA JUGA : Gubernur Sampaikan Terima Kasih Mahasiswa dan Komponen Masyarakat Jaga Jatim Tetap Damai dan Kondusif

Sejumlah aliansi Mahasiswa turun ke jalan menolak RKUP yang akan di sahkan oleh pmerintah.

Mereka geram atas ketidak laziman UU yang di buat pemerintah seolah mengkredilkan kaum marhaen yang di mlaratkan oleh sistem. Sedangkan para wakil rakyat yang seharusnya menjadi tampungan aspirasi rakyat, kini justru mencekik rakyat jelata.

Ribuan Mahasiswa yang berada di Kota Marmer Tulungagung tersebut turun mengecam mereka yang duduk di kursi DPR. Mereka menuntut agar RKUHP di batalkan pengesahannya. Bahkan mayoritas Mahasiswa perempuan yang turun kejalan menggunakan hijab.

“Demo kami adalah murni karene keresahan rakyat akan RKUHP yang akan disahkan. Padahal didalamnya sebagian terdapat pasal yang kami nilai sangat ambigu dan tidak pasti. Kami menyuarakan melalui aksi dan teaterikal yang baik, ” jelas Tata salah satu peserta aksi.

Tak tanggung – tanggung, para mahasiswa menantang para anggota Dewan mengencaninya sebelum RKUHP di sahkan oleh pemerintah. Bahkan beberapa diantaranya berani di bayar mahal untuk sekali kencan. Aksi nekat tersebut di lakukan para demonstran sebagai wujud aspirasi nyata bagi kaum yang di mlaratkan oleh sistem.

Keberanian para Mahasiswa tersebut mereka tuangkan dalam coretan aksi unjuk rasa yang berada di gedung Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Tulungagung.

Adapun sejumlah aliansi Mahasiswa yang terdiri dari GMNI, PMII, HMI, KAHMI, MAPALA, dan KOMPAS, pada pukul 15.00 membubarkan diri setelah aspirasinya di terima dan di tampung di Gedung DPRD Tulungagung.

Mereka berharap, pemerintah segera mengambil tindakan, dan kembali mempertahankan RUU yang sesuai dengan norma yang ada di Indonesia.  (ta2)