Polda Jatim Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Investasi MeMiles


Surabaya – Penyidik Subdit Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur menetapkan dua tersangka baru dalam kasus investasi ilegal MeMiles yang dikelola PT Kam And Kam.

Dalam keterangan rilisnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan bahwa kedua tersangka baru tersebut yakni Martini Luisa alias Dr E (54) yang merupakan Master Marketing dan Prima Hendika atau PH (22) yang merupakan Kepala IT dan keduanya dilakukan penangkapan oleh penyidik pada tanggal 7 Januari 2020

“Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, kemudian oleh penyidik keduanya ditetapkan sebagai tersangka,” kata Luki, Jum’at (10/1)

Sebelumnya, Polisi juga sudah menetapkan dua orang tersangka dari jajaran direksi PT Kam And Kam, yakni FS (52) dan KTM (47) yang diketahui keduanya adalah warga Jakarta.

Kapolda juga menambahkan bahwa dari dua tersangka baru ini, penyidik berhasil mengamankan beberapa barang bukti diantaranya uang tunai Rp102 juta enam buah ponsel serta satu ponsel tablet serta sebuah laptop.

Selain itu polda juga kembali berhasil mengamankan barang bukti miliaran uang yang disita dari hasil dari memblokir rekening utama PT Kam And Kam yang selanjutnya akan disimpan di rekening penampungan barang bukti yang bekerja sama dengan Bank Mandiri.

Baca Juga : Peduli Lingkungan, Polda Jatim Beserta Jajaran Gelar Penanaman Pohon

“Awalnya kami menyita barang bukti Rp50 miliar, saat ini bertambah sehingga total barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak Rp122 miliar,” kata Kapolda Luki.

Selain uang, Polda Jatim juga telah menyita 18 unit mobil, dua unit sepeda motor, dan beberapa barang berharga lainnya.

Ada juga 120 unit mobil yang sudah diberikan ke anggota member dan rencananya akan ditarik oleh Polda Jatim sebagai barang bukti.

“Sementara dari data posko pengaduan masyarakat korban nasabah investasi MeMiles, tercatat ada sebanyak 164 pengaduan, baik secara online maupun dengan cara mendatangi posko pengaduan,” kata Luki.

Luki merinci 164 pengaduan tersebut terdiri dari 100 pengaduan via Whatsapp, 14 pengaduan via Instagram, dua pengaduan via Twitter, dua pengaduan via Facebook, 20 pengaduan via email, dan 26 pengaduan langsung di posko yang terletak di SPKT Polda Jatim.  (son)