Polda Jatim Kembali Tetapkan Satu Tersangka Kasus MeMiles


Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur kembali melakukan penetapan tersangka pada SW alias W tetkait keterlibatannya dalam kasus dugaan investasi bodong MeMiles.

Dalam keterangan rilisnya, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menjelaskan bahwa peran tersangka W di investasi ilegal MeMiles adalah sebagai salah satu pejabat struktural PT Kam And Kam.

“Tersangka W ini masuk merupakan salah satu pejabat struktural dalam perusahaan, perannya yakni melaporkan tersangka utama Kamal Tarrachan alias Sanjay terhadap hasil pengumpulan data member yang menurut sistem berdasarkan omset nasional dan tingkat waktu itu seharusnya mendapat reward,” kata Gidion, Jum’at (17/1).

Gideon juga menambahkan bahwa tersangka W juga yang bertugas mendistribusikan semua reward atau hadiah pada member setelah ditentukan oleh tersangka Kamal Tarrachan.

“Dilaporkan ke Kamal Tarrachan, lalu oleh Sanjay difilter lagi tidak berdasarkan dengan sistem yang berlaku. Bahkan seringkali yang mendapatkan reward orang yang tidak tercantum di dalam rekaman data itu,” lanjutnya.

Baca Juga : Ketua DPD RI Dukung Roadmap Erick Thohir Menata BUMN

Dari tangan tersangka W, Polisi berhasil mengamankan barang bukti uang sebesar Rp.2 Miliar yang diduga mengalir di PT. Kam And Kam.

Gidion juga menyebutkan bahwa uang tersebut diluar dari rekening PT Kam And Kam yang sedang diblokir oleh penyidik Polda Jatim.

“Sejumlah aliran dana yang ada pada tesangka W adalah hasil pelacakan penyidik. Lalu dilakukan penyitaan sebesar Rp 2 miliar. Dana ini di luar dari rekening yang pernah diblokir oleh penyidik,” papar Gidion didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

Masih kata Gidion, uang yang disita itu awalnya dari rekening PT Kam And Kam, namun sebelum kasus ini terungkap, uang tersebut telah dialihkan pada orang lain.

“Ini dari rekening Kam and Kam yang kemudian dari laporan keuangan yang secara digital forensik kita telusuri ini dialihkan pada orang lain sebelum pengungkapan kasus,” pungkasnya. (son)