Physical Distancing, Pemkab Tutup Akses Utama Masuk Trenggalek


Trenggalek – Bergerak cepat sesuai himbauan Gubernur Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Trenggalek, hari ini tutup sejumlah akses masuk menuju daerahnya.

Langkah ini dilakukan Pemkab guna mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin hari semakin bertambah.

Bupati Trenggalek, Moch. Nur Arifin mengatakan, semua akses masuk ditutup menyisakan 3 akses saja, dari arah Tulungagung, Ponorogo dan Pacitan.

Pemerintah Trenggalek juga menyediakan Checkpoint di tiga jalur tersebut dengan tujuan pengidentifikasian semua orang yang masuk ke Trenggalek tanpa kecuali.

Bersama Forkopimda, Bupati meninjau langsung penutupan akses masuk di Desa Malasan Durenan.

Baca Juga : Berdalih Untuk Tingkatkan Imunitas, Tiga Pengedar Ganja Sintetis Diringkus Ditresnarkoba Polda Jatim

Jalur ini menjadi salah satu jalur alternatif masuk ke Trenggalek melalui Kabupaten Tulungagung.

Akses jalan akan ditutup semi permanen menggunakan drum yang kemudian dikeraskan menggunakan beton dan bronjong kawat yang akan diisi batu belah agar tidak mudah dipisahkan.

Penutupan akses masuk ini berlaku 24 jam, sampai dengan status darurat wabah Corona ini dinyatakan selesai oleh Pemerintah Pusat.

Dikatakan Arifin, ini merupakan tahap awal dan kita akan melakukan pengerasan di tubuh tong-tong ini, kemudian bronjongnya ini akan kita beri pemberat batu belah. Ini masih tahap awal karena memang kebijakannya masih kita ambil semalam.

“Sekarang kita bergerak cepat, yang penting semua sudah tertutup dulu dan besok kita lakukan pengerasan, sehingga tidak ada yang bisa memindahkan atau membuka akses masuk ini,” tambahnya.

Baca Juga : Status 30 ODR, Pemdes Kebomlati Galang Desinfektan

Saat ditanya seberapa efektif untuk melakukan trashing terhadap orang-orang yang dianggap beresiko, kalau tidak dilakukan seperti ini, orang bisa masuk ke segala pintu kita tidak akan mampu melakukan trashing.

“Dengan begitu tentunya kita tidak bisa mendeteksi dimana orang-orang yang sebenarnya orang dalam resiko (ODR), orang dalam pengawasan (ODP) yang bisa membahayakan masyarakat,” tegas suami Novita Hardini ini.

Dengan begini kita bisa mendeteksi dan bisa melakukan langkah mitigasi pencegahan percepatan penyebaran Covid 19 ini.

“Kita lihat tadi di lokasi checkpoint ada yang diberi gelang merah, itu akan mempermudah pihak puskesmas mentrashing sampai dengan ketingkat RT maupun RW,” tutup Nur Arifin. (tata)