Perwakilan BKKBN Jatim Gelar Kegiatan Pemaparan Kerja di T.A 2021 ‘Kerja Keras dan Kerja Cerdas’


Surabaya – Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur menggelar Pemaparan Rencana Kegiatan dan Strategi Pelaksanaan Anggaran Bidang T.A. 2021, Jumat (22/1) pukul 08.00 Wib, diruang LIBI Kantor perwakilan BKKBN Jawa Timur jalan Airlangga 31-33 Surabaya.

Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Jawa Timur, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., diikuti oleh Sekretaris Badan, Pejabat Fungsional Ahli Madya, Kepala Balai Diklat KKB Malang, dan Kepala Diklat KKB Jember, serta semua bisa koordinator dan sub koordinator di Lingkungan kerja Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur.

“Sehubungan telah diserahkannya DIPA tahun anggaran 2021 dan telah dibaginya DIPA tersebut ke semua komponen di lingkungan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, maka perlu ada setiap bidang memaparkan rencana kegiatan dan strategi pelaksanaan anggaran tahun 2021,” tutur pak Teguh membuka kegiatan pemaparan.

Baca Juga : Munculnya Industri Mobil Listrik Jadi Peluang Baru Berdayakan Talenta Jatim

Pak Teguh mengingatkan kepada semua bidang bahwa di dalam bekerja, tidak hanya kerja keras tetapi juga harus kerja Cerdas.

Baca Juga :   Promosikan Produk Binaan, SBI Raih Penghargaan di INAPRO EXPO 2020

“Kita tidak hanya kerja keras, tetapi juga harus kerja Cerdas. Meskipun input saat ini lebih kecil tetapi saya harap output bisa lebih maksimal di banding tahun lalu. Kita harus mendorong kab/kota untuk bisa melaksanakan program bangga kencana ini dengan SDM yang dimiliki,” terang beliau.

“Persoalannya perlu pendampingan, bimbingan dan advokasi. BKKBN Provinsi Jatim tidak cukup melakukan advokasi sendiri, tetapi juga memperkuat kemitraan agar membantu untuk mensukseskan program Bangga Kencana terutama dalam hal kekurangan SDM,” tutur pak Teguh.

Baca Juga : Gubernur Jatim: Para CPNS Baru Harus Bisa Segera Adaptasi

Terkait data, Pak Teguh mengingatkan data harus benar-benar dipetakan. “Hal- hal lain tentang data, saya harap benar-benar di petakan lagi. Misalnya masalah Stunting. Stunting pasti akan lebih kencang gaung nya, tetapi jika kita tidak ada data maka akan sangat mempengaruhi gerak kita juga. Silahkan berkolaborasi dengan mitra, kita harus punya peta persebaran jumlah data Baduta (red: sebutan yang ditujukan untuk anak usia bawah dua tahun atau sekitar 0-24 bulan) di Jawa Timur baik yang wilayahnya Stunting atau tidak. Selain itu data tentang Stunting itu sendiri, kalau BKKBN bisa memunculkan peta persebaran Baduta dan Stunting itu bisa luar biasa,” terang beliau.

Baca Juga :   Gubernur Khofifah Buka Soft Launching Lumbung Pangan Provinsi Jawa Timur

“Saya ucapkan terima kasih, ini triwulan I BKKBN Pusat akan Rakernas bulan Februari, jadi persiapkan Jawa Timur harus melakukan hal sama, untuk itu semua ‘Ugo Rampe’ harus sudah di persiapkan, termasuk kegiatan harus sudah matang dan perencanaan anggaran agar bisa lebih maksimal,” pungkas pak Teguh.

Kegiatan dilanjutkan dengan  pemaparan yang mencakup sasaran yang akan dicapai di semua Bidang, yakni Bidang Dalduk, Bidang Latbang, Bidang ADPIN, Bidang KS-PK, Bidang KB-KR, dan Bidang Sekretariat.

Baca Juga :   SIG Pabrik Tuban Salurkan 31 Hewan Kurban Di Tengah Pandemi Covid 19