Personel Grup Band Boomerang Dijerat Dengan Pasal Berlapis


Surabaya – Sidang perdana perkara kepemilikan narkotika jenis ganja yang menjerat terdakwa Hibert Henry atau akrab di panggil Henry, salah satu personel grup band Boomerang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (26/8).

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Anne  Rusiana tersebut, digelar di ruang sidang Garuda 1 dengan beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakosa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Oleh Jaksa Penuntut Umum, terdakwa Hibert dijerat dengan pasal berlapis, dalam surat dakwaan Jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya itu disebutkan, jika terdakwa Hibert dinyatakan bersalah secara tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan l.

“Terdakwa dinyatakan telah melanggar sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat (1) dalam dakwaan pertama, pasal 111 ayat (1) dakwaan kedua, serta pasal 127 ayat 1 UU No 35 Undang-undang RI Tahun 2009 tentang narkotika pada dakwaan ketiga,” ucap Jaksa Ali Prakosa saat membacakan surat dakwaannya.

Mendengar dakwaan Jaksa tersebut, terdakwa Henry yang didampingi oleh delapan (8) kuasa hukumnya, langsung mengajukan nota keberatan (eksepsi) kepada Majelis Hakim yang di ketuai oleh Anne Rusiana.

“Mohon ijin yang mulia, kami berencana mengajukan eksepsi atas dakwaan JPU,” ujar salah satu kuasa hukum terdakwa.

Kemudian, hakim Anne pun mengabulkan permintaan kuasa hukum terdakwa dan menunda sidang pekan depan dengan agenda pembacaan eksepsi.

Diketahui sebelumnya, terdakwa Henry membeli dua (2) paket narkotika jenis ganja kepada saksi Micahel Amos (berkas terpisah) dengan harga Rp. 400.000,-. Setelah itu, narkotika jenis ganja itu diserahkan oleh Michael Amos  kerumah terdakwa.

Namun, keesokan harinya petugas kepolisian dari Polrestabes Surabaya menangkap terdakwa saat tidur di rumahnya. Dari penggeledah ditemukan barang bukti berupa 2 paket ganja dengan berat kotor 6,70 gram beserta satu kertas papper yang ditemukan diatas genteng rumah terdakwa Henry.   (son)