Menjawab Catatan Naniek S Deyang Tentang La Nyalla dan Keislaman Prabowo


Menjawab catatan Naniek S Deyang dengan substansi judul yang sama.

Ketika saya melihat metro tv yg nara sumbernya adalah La Nyalla maka yg terpikir dalam benak saya adalah hmmm sebentar lagi buser Prabowo pasti akan gegap gempita menyerangnya.

Dan benar keesokan harinya mulai riak itu timbul, dari yang mengaku pengamat politik sampai mantan wartawan membuat opini pemburukan.

Saya tersenyum ada kagum dan sedikit ngeri akan langkah LNM karena tanpa tedeng aling-aling (ditutup-tutupi, red) berbicara secara gamblang tentang prabowo maupun jokowi.

Duss kembali pada substansi, begitu saya membaca tulisan NSD (Nanik S Deyang) maka saya bergumam corong prabowo kepanasan.

Tapi it.s ok, dari tulisannya saya bisa mempelajari kemarahan dan emosi disana, sampai-sampai tanpa sadar dia menulis tentang keengganan Prabowo menerima La Nyalla di Kartanegara, itu sama artinya dia membuka kedok bos nya bahwa rekom itu tak pernah akan diberikan pada LNM dan tiket yg diberikan semata-mata hanya modus belaka.

Sayang La Nyalla tidak menyadarinya atau memang LNM terlalu polos dan percaya pada sosok Prabowo.

Point kedua yg saya garis bawahi dari catatan NSD adalah gaya bicara seorang wartawati muslimah yg tanpa malu menulis saat La Nyalla masih pakai cancut, Prabowo yang berusia 17 tahun sudah nekat akan pergi ke Palestina untuk menjadi relawan.

Saya tertawakan gaya bahasanya karena tidak mencerminkan seorang wartawati muslimah, dia menulis cancut seakan sudah biasa. Tapi ya sudahlah kan itu cuma gaya bahasa to mungkin dia ingin meyakinkan pembaca nya dia ini serba tahu.

Lanjut ke masalah tulisan berikutnya tentang ransel prabowo yg terselip Al Quran dan sajadah pemberian wismoyo arismunandar, loh klo cuma diselipin apa artinya bu. Cuma sebagai jimat ?

Biarpun, andaikata Al Quran dan sajadah itu sekalipun pemberian wali songo kalo tidak dibaca dan diamalkan ya tetap saja nilai ke imanan nya ya nol.

Intinya anda terlalu bersemangat membela prabowo sama semangatnya ketika anda mencoba meyakinkan publik tentang skandal kebohongan Ratna Sarumpaet.

Dan jika masih ada saja yang percaya dengan tulisan anda niscaya mereka perlu pengobatan alternatif lanjutan.

Jangan terlalu bersemangat bu, kesan nya jadi seperti menjilat dan bersembunyi dibawah kebesaran Prabowo.

Oh ya klo nanti Prabowo kalah dan anda membutuhkan kerja saya sarankan untuk cepat-cepat mencari peluang pada sosok baru lagi dengan jilatan yang lebih siip..

Mari bu ngopi, oh ya lupa klo ada teman fb anda komen melawan jangan langsung di blokir ya.

Anda ini otoriter, prabowo blum jadi presiden saja anda sudah anti kritik, apalagi nanti…uufh !!!

 

Penulis: Adi Noegroho
Pengamat Politik pengkolan




Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.