Mengaku Konsumsi Sabu Biar Fit, Yolla Akhirnya Diadili


SURABAYA – Sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi penangkap, perkara kepemilikan narkotika berbahaya (Narkoba) jenis sabu yang menjerat Yolla Berlin sebagai terdakwa, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (2/9)

Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Eko, Fabianes George, saksi penangkap yang bertugas di Satreskoba Polrestabes Surabaya, memberikan keterangan bahwa terdakwa ditangkap di sebuah rumah kos (Zona Homestay) dan terdakwa juga mengaku bahwa sabu seberat brutto 0,12 gram untuk dipakai sendiri.

“Saya tangkap di kosnya. Setelah digeledah, ditemukan sabu di dalam saku di kantong sebelah kiri. Ngakunya di pakai sendiri,” kata saksi Fabianes, saat memberikan keterangan di ruang Candra.

Usai pemeriksaan saksi, hakim Eko kemudian melanjutkan agenda sidang ke pemeriksaan terdakwa. Hakim pun menanyakan terkait berapa lama terdakwa sudah memakai barang haram tersebut.

“6 bulan pak hakim. Saya beli Rp. 200 ribu untuk 1 paket,” ucap terdakwa yang saat sidang di dampingi kuasa hukumnya, Farah.

Terdakwa juga menambahkan, alasan dirinya memakai sabu untuk membuatnya lebih ceria dan energik saat bekerja sebagai seorang penyanyi.

“Biar semangat, ceria pak hakim,” ucap terdakwa.

Terpisah, Farah Kuasa Hukum terdakwa saat ditemui usai persidangan mengatakan bahwa dirinya tidak sependapat dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sukisno dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya yang mendakwa dengan pasal 114 ayat (1).

“Karena dia bukan pengedar, kurir atau bandar. Kalau menurut saya dia (Yolla) cocoknya pasal 127,” ujar Farah.

Farah juga menambahkan bahwa alasan dari kliennya menggunakan sabu adalah untuk menyambung hidup karena sebagai tulang punggung keluarga.

“Tadi di persidangan sudah dijelaskan, kalau dia sebagai tulang punggung keluarga. Dia harus bekerja demi menghidupi kedua anak-anaknya yang masih kecil. Dia harus fit. Beban hidupnya memang berat,” pungkas.

Terdakwa Yolla Berlin ditangkap usai membeli sabu dari Hasip (berkas terpisah), sebelumnya terdakwa sudah menggunakan sabu bersama Surateno (berkas terpisah) di dalam kamar kosnya. Karena merasa kurang, terdakwa dan Surateno sepakat untuk membeli sabu lagi.

Saat kembali ke kosnya itulah, terdakwa kemudian ditangkap bersama Surateno. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan alat bukti berupa botol plastik yang dipergunakan sebagai alat hisap atau bong dan juga handphone merek OPPO. (red)