Laksanakan Rapid Test Kedua, 4 Orang Pegawai PN Surabaya Dinyatakan Reaktif


Surabaya – Pasca Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkot Surabaya mengadakan rapid test terhadap 300 orang lebih pegawai lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada Selasa (16/6), didapati hasil 4 orang pegawai dinyatakan positif reaktif.

Dalam keterangannya, Humas PN Surabaya Martin Ginting mengatakan bahwa empat orang pegawai tersebut saat ini sudah dilakukan isolasi mandiri dan test Swab.

“Setelah kami evaluasi memang wilayah surabaya ini masuk zona hitam, Dan kita sudah upayakan untuk mereka agar isolasi mandiri serta juga swab,” kata Ginting, Rabu (17/6).

Baca Juga : Jelang Peringatan Hari Bhayangkara, Polda Jatim Gelar Donor Darah

Pernyataan pengadilan yang disampaikan melalui humasnya, juga menyebutkan bahwa keempat orang pegawai yang dinyatakan positif reaktif, antara lain berinisial SI bagian IT Warga Putat Jaya, IH Panitera Pengganti yang tinggal di Waru, Sidoarjo, Staf Pidana berinisial YP tinggal di Krembangan dan AP staf pidana yang tinggal Kedungdoro.

Lebih lanjut humas menjelaskan kembali, sampai dengan hari ini keempat pegawai tersebut sudah ditangani oleh tim gugus tugas covid 19, kendati rumah sakit tempat dirawatnya pegawai tersebut masih dirahasiakan untuk keperluan privasi.

“Hingga saat ini mereka sudah dalam penanganan tim gugus tugas covid 19 Surabaya,” pungkas Ginting.

Baca Juga : Apresiasi Sikap Komite I, Pimpinan DPD Evaluasi Proses Pilkada Desember

Ginting juga menghimbau untuk bagi pegawai maupun staf yang belum melakukan rapid test, maka dilarang masuk, hal ini berdasarkan instruksi Ketua PN Surabaya.

“Harus rapid tes dengan biaya sendiri. Dari data ada 24 orang yang belum melakukan rapid tes karena sakit dan urusan keluarga,” tegasnya.

Baca Juga : Kunjungi Ponpes Tebu Ireng, Kapolda Jatim Berdoa Agar Pandemi Covid 19 Segera Berakhir

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Pengadilan Negeri Surabaya memperketat jumlah pengunjung serta menunda sidang perkara perdata dan pidana selama 14 hari kedepan hingga tanggal 28 Juni, terkecuali untuk perkara pidana yang masa penahanan terdakwa akan habis.

Penundaan sidang tersebut dilakukan oleh Pengadilan Negeri Surabaya setelah salah satu ASN diketahui positif terpapar covid 19, serta diketahui pula bahwa satu Hakim dan Juru Sita Pengadilan Negeri Surabaya yang dikabarkan meninggal mendadak di tempat tinggalnya.