Kurir Sabu 100kg Divonis Hukuman Seumur Hidup


Surabaya – Pengadilan Negeri Surabaya kembali menggelar sidang dengan agenda pembacaan putusan (vonis) perkara kurir 100kg narkotika jenis sabu yang menjerat terdakwa Ari Wirawan (43) warga Jalan Nginden VI-F, Surabaya.

Oleh Majelis Hakim, kurir 100kg sabu-sabu milik bandar besar Iwan Hadi Setiawan (tewas ditembak polisi) tersebut dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Putusan majelis hakim yang diketuai I Gusti Ngurah Partha Bhargawa ini jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo yang menuntut terdakwa dengan hukuman mati.

Keberuntungan Ari Wirawan, tak lepas dari upaya penasihat hukumnya. Fariji dan Fardiansyah, dari LBH LACAK yang menyampaikan pembelaan sebelum vonis.

Dalam pembelaannya, Fariji dengan tegas mengatakan tidak sependapat dengan JPU Damang yang menuntut terdakwa dengan hukuman mati, karena terdakwa bukanlah pemilik sabu seberat 100 kg.

Baca Juga : Buka Rapat Pleno II Tahun 2020 TPAKD Jatim, Wagub Emil Harap Ada Langkah Konkret Skema Pembiayaan Pemulihan Perekonomian Jatim

“Pemilik sabu yang sebenarnya adalah Iwan Hadi Setiawan yang ditembak mati oleh petugas Polrestabes Surabaya. Terdakwa hanya sebagai kurir yang mendapat upah Rp 5.000.000 dari Iwan Hadi,” tegas Fariji pada sidangan di ruang Garuda 2, Selasa (15/12).

Baca Juga :   Pemerintah Beri Kesempatan Realokasi Pupuk Bersubsidi

Fariji yang juga mantan wartawan itu juga menyampaikan kepada majelis hakim, bahwa urusan nyawa, urusan kematian bukan ditentukan oleh manusia.

“Melainkan hak prerogatif Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,” kata Fariji.

Usai pembacaan pembelaan, Ketua Majelis Hakim Gusti Ngurah Partha Bhargawa menjatuhkan vonis penjara seumur hidup terhadap Ari Wirawan.

Terdakwa Ari Wirawan terbukti bersalah melakukan perbuatan sesuai pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Baca Juga : 8.889 Personil Gabungan Siap Amankan Cuti Natal dan Tahun Baru 2021 di Jawa Timur

Seperti diketahui sebelumnya, terdakwa Ari Wirawan terbukti bersama sama Iwan Hadi Setiawan (alm), memperdagangkan sabu seberat 100 kg.

Baca Juga :   Polair Polda Jatim Gagalkan Perdagangan Benur di Pantai Blitar dan Tulungagung

Iwan sebagai bandar dan terdakwa Ari Wirawan menjadi kurir dengan cara ranjau, sesuai permintaan pemesan.

Atas putusan penjara seumur hidup, baik terdakwa melalui penasihat hukumnya maupun Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir.

Kasus ini berawal pada peristiwa yang terjadi Senin (11/5/2020), sekitar pukul 18.00, di Apartemen Bale Hinggil Tower B Kamar 2308 Jalan Ir Sukarno, Surabaya.

Petugas melakukan penangkapan terhadap Iwan Hadi Setiawan, dengan barang bukti sabu kurang dari 100 kg. Dari HP yang ditemukan, terdapat percakapan dengan terdakwa Ari Wirawan selaku kurir.

Baca Juga : Kesadaran Protokol Kesehatan Turun, Forkopimda Jatim Gelar Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19

Lantas dilakukan pengembangan dan penangkapan oleh saksi Ali Fakhrudin dan Agus Suprianto dari anggota Kepolisian Polrestabes Surabaya.

Baca Juga :   Polda Jatim Ungkap Kasus Pemalsuan Dokumen Kependudukan

Dari percakapan itu, diketahui sabu diranjau dengan cara sesuai pesanan Iwan Hadi Setiawan. Mulai Maret hingga Mei 2020, tentang meranjau sabu dan upah yang ditranfer ke rekening terdakwa.

Barang haram diranjai diranjau di beberapa tempat, diantaranya dekat SPBU Jalan Jagir Surabaya; Di depan Angkringan Jogja Jalan Jagir Surabaya; Di sebelah tempat tambal ban Jalan Jagir Surabaya; Di daerah supermarket Bilka Jalan Ngagel Surabaya.

Terdakwa Ari Wirawan menerima upah pada Maret dari Iwan Hadi Setiawan sebesar Rp 5 juta, April sebesar Rp 6,3 juta dan sebesar Rp 5 juta. (*)