Kurir Narkoba Simo Sidomulyo Baru Dituntut 5 Tahun Penjara


SURABAYA – Pengadilan Negeri Surabaya kembali menggelar sidang lanjutan perkara narkotika jenis sabu dengan terdakwa Indra Cahyono alias Gateng (21) warga Jalan Simo Sidomulyo Baru Surabaya, Kamis (05/09).

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suwarti. SH, MH, dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya tersebut digelar diruang sidang garuda I Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dengan dipimpin oleh Hakim Dwi Purwadi. SH. MH, sementara terdakwa Indra Cahyono didampingi H.Moch Sudja,i selaku kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) LACAK.

Dalam surat tuntutannya, Jaksa menyatakan bahwa terdakwa Indra Cahyono alias Gateng terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan permufakatan jahat dengan memiliki narkotika jenis sabu sebanyak (1) satu poket dengan berat 2,36 gram beserta bungkusnya.

“Dengan ini JPU menjatuhkan tuntutan terhadap terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (1) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika, maka mohon kepada yang Mulya Majelis Hakim untuk menghukum terdakwa selama (5) lima tahun penjara denda sebesar Rp 800 juta serta subsidair (2) dua bulan kurungan.” ujar Jaksa Suwarti

Baca Juga: Hadiri Rakorpusda Bank Indonesia, Gubernur Paparkan Rencana Pembangunan Industri Provinsi Jatim

Merasa jika tuntutan Jaksa terlalu berat, terdakwa melalui kuasa hukumnya berencana akan melakukan pembelaan secara tertulis yang akan di bacakan pada persidangan berikutnya.

Untuk di ketahui, bahwa awalnya terdakwa ditangkap pada saat terdakwa mengambil sebuah bungkusan didalam pot bunga di halaman Alfamidi area Jalan Rungkut Surabaya, pada saat diperiksa petugas ternyata bungkusan tersebut berisi shabu dengan berat 2,36 gram.

Selanjutnya terdakwa beserta barang buktinya di amankan petugas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, saat di interogasi terdakwa mengaku jika dirinya tidak tau apa apa

“Saya hanya disuruh oleh Dani untuk mengambil bungkusan ini pak,” aku terdakwa.