KPK Adakan Pelatihan Pengelolaan Aset Guna Tingkatkan Kemampuan Pengelolaan Barang Sitaan dan Rampasan Negara


Surabaya – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar kegiatan Pelatihan Pengelolaan Aset berupa barang rampasan dan sitaan negara. Pelatihan ini diikuti oleh 70 peserta yaitu kepala subseksi dan pelaksana teknis dari berbagai Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan), khususnya Rupbasan yang saat ini sedang bekerjasama dengan KPK dalam penyimpanan barang sitaan dan rampasan Negara, Selasa (10/9).

Pelatihan yang dilaksanakan di Surabaya selama 3 hari sejak Selasa hingga Kamis (9-11/9) dihadiri oleh Plt Direktur Penindakan KPK, R Z Panca Putra, Deputi Bidang Politik Hukum, Pertahanan dan Keamanan Bappenas Slamet Soedarsono dan Dirjen Pemasyarakatan Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami.

Dalam pelathan ini, para peserta diberikan materi mengenai pengelolaan aset berupa kendaraan mobil/motor dan pengelolaan aset berupa properti serta materi penilaian/ taksiran aset.

“Pelatihan ini penting karena dalam mengelola aset dibutuhkan ketrampilan, kompetensi dan integritas tinggi. Pengelolaan barang sitaan dan rampasan ini bertujuan untuk memaksimalkan pengembalian uang negara,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah.

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan bagi para peserta yang dalam tugas dan fungsinya berhubungan dengan manajemen dan pengelolaan aset barang sitaan dan barang rampasan negara.

Pengelolaan barang sitaan dan rampasan ini akan dibahas secara teknis sejak tahap penyelidikan, penyidikan, penuntutan hingga pada tahap eksekusi penyelamatan aset negara hasil Tindak Pidana Korupsi (TPK) dan Tindak Pidanan Pencucian Uang (TPPU).

Baca Juga : Gubernur Jawa Timur Ajak ISEI Kembangkan OPOP

Dalam sesi materi properti, para peserta diberikan pengetahuan terkait jenis-jenis properti tanah dan bangunan, prioritas yang diperhatikan saat pemeriksaan fisik awal, utilitas penting yang bernilai, teknis perawatan rutin serta hal lain yang harus diperhatikan agar tidak mengganggu lingkungan sekitar barang sitaan.

Peserta juga diajak untuk studi lapangan ke properti barang rampasan negara perkara TPPU Fuad Amin Imron yang berada di Villa Internasional Surabaya dan atau di komplek Ruko Rich Palace Surabaya.

Pada sesi materi mengenai kendaraan, peserta diberikan materi terkait karakteristik jenis kendaraan berdasarkan negara pembuatan, jenis kelistrikan dan bahan bakar serta penyimpanan dan perawatan rutin. Peserta juga melakukan studi lapangan terkait materi kendaraan tersebut ke Rupbasan Kelas II Mojokerto.

Dipilihnya Surabaya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan, karena saat ini Rupbasan di wilayah Jawa Timur khususnya kota Surabaya dan sekitarnya dititipkan banyak barang sitaan dan rampasan dari KPK. Selain itu, di wilayah Surabaya banyak terdapat objek sitaan atau rampasan KPK berupa properti yaitu tanah dan bangunan.

“Ini menjadi salah satu aspek yang mendukung optimalisasi pelatihan khususnya dalam materi studi lapangan yang rencananya akan dilaksanakan dengan mendatangi objek sitaan dan ramasan dari KPK,” tambah Febri.

KPK berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kemampuan pengelolaan teknis barang sitaan dan rampasan negara berupa aset, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan bagi aparatur penegak hukum seperti KPK, Kepolisian, dan Kejaksaaan dalam bekerja sama dengan peserta pelatihan yang dalam hal ini adalah pengelola Rupbasan.  (tjn/red)