Ketua DPD RI Dukung Polri Tumpas Sindikat Pembuat Uang Asing Palsu


Jakarta – Keberhasilan Polresta Banyuwangi, Jawa Timur, membongkar sindikat pemalsu uang asing antarpulau, lengkap dengan barang bukti uang palsu senilai Rp 4,5 triliun, diapresiasi Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Ia pun berharap Polri bisa menumpas kejahatan ini karena telah merugikan keuangan negara.

“Kita harus memberikan apresiasi kepada Polresta Banyuwangi atas keberhasilan membongkar dan menangkap 10 anggota sindikat pengedar uang palsu antarprovinsi. Kejahatan ini sangat meresahkan. Bahkan negara pun sangat dirugikan,” tutur LaNyalla, Kamis (4/3).

Baca Juga :   Kunjungi Toraja Utara, LaNyalla Dicurhati Soal Sengketa Tanah Fasum

Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, uang palsu senilai Rp 4,5 triliun yang beredar, sama artinya dengan kita kehilangan uang Rp 4,5 triliun.

“Nilai uang palsu itu sepadan uang kita yang hilang dicuri sindikat. Bayangkan, betapa besar kerugian yang kita terima. Rp 4,5 triliun itu jumlah uang yang sangat besar,” ujarnya.

Baca Juga :   DPD RI Intensif Pantau Kondisi Daerah di Tengah Pandemi Covid-19

Untuk itu, LaNyalla meminta kepada Polri untuk memberikan informasi terkait uang asing palsu, termasuk ciri-ciri dan lainnya, sehingga masyarakat berhati-hati dalam menukarkan uangnya.

“Masyarakat pun tidak boleh sembarangan menukarkan uang. Cari tempat penukaran uang atau lembaga yang memang terpercaya untuk melakukan aktivitas itu,” ujarnya.

Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu pun dengan tegas meminta Polri untuk menumpas para sindikat hingga ke akar-akarnya.

Baca Juga :   Menuju DPD Yang Kuat, La Nyalla: Perlu Dukungan Masyarakat

“Sindikat ini sudah sangat merugikan keuangan negara. Dan mereka harus diberikan
hukuman yang berat,” pintanya. (*)