Keterangan Saksi Fakta Sudutkan Bos PT. Hasil Prima Interasa


Surabaya – Sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi kasus dugaan memasukan keterangan palsu ke dalam akta autentik yang menjerat Hari Pujianto Bos PT. Hasil Prima Interasa, kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (3/10).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Putu Parwati dan Sri Winarni, dari Kejaksaan Tinggi Jatim menghadirkan 4 orang saksi yakni Mien lieku, Jhony, Chairil Anwar dan Herawati Diah.

Saksi pertama, Mien lieku, saat dimintai keterangannya mengatakan bahwa ada petugas kelurahan yang mendatangi rumahnya menanyakan terkait laporan adanya kehilangan Kartu Keluarga (KK) atas nama Poly Tanudjaya. Padahal KK tersebut tidak hilang.

“Ada petugas kelurahan datang, tanya apa benar kehilangan KK. Saya jawab ngga. KK nya ada kok,” kata Mien lieku.

Ketika di tanyakan siapa pembuat laporan kehilangan itu, petugas kelurahan tersebut kemudian menyebutkan nama Sri (Wahyuni).

“Saya lalu mencari tahu siapa Sri dan coba mencari tahu alamatnya, setelah ketemu Sri saya tanya kamu buat laporan mau apa ? Kata Sri disuruh Hari,” ucap saksi mengutip kata-kata Sri.

BACA JUGA : Komisi 4 Pelajari Sistem Pendidikan dan Perda TKD Pengelolaan Wisata

Ketika hal ini ditanyakan kepada saksi Jhony, dengan tegas Jhony membenarkan, karena pada saat itu dirinya juga ikut menemui petugas kelurahan tersebut.

Dua saksi berikutnya, Chairil Anwar (mantan camat) dan Herawati Diah (mantan kasi pemerintahan) saat dimintai keterangannya terkait terdakwa Hari menyampaikan, bahwa keduanya pernah didatangi oleh terdakwa dan menanyakan perihal KK atas nama Poly Tanudjaya.

“Ya sempat datang beberapa kali menanyakan masalah KK. Saya lalu sampaikan ke pak Chairil. Oleh pak Chairil kemudian hanya ditunjukkan tetapi tidak dicetak,” kata Herawati yang di amini oleh Chairil.

Ketika keterangan saksi ini di tanyakan terkait kebenarannya kepada terdakwa, keterangan saksi malah di sangkal dengan pernyataan yang berbelit-belit.

Ketua majelis hakim Anne Rusiana yang kelihatan kesal, lalu menyampaikan bahwa keterangan saksi boleh saja di bantah. Akan tetapi hakim punya pertimbangan sendiri.

“Itu hak anda mengatakan keterangan saksi tidak benar. Boleh-boleh saja. Tapi ini yang mengatakan kamu datang ke kecamatan menemui kedua saksi ini. Silahkan anda membantah, tapi hakim punya pertimbangan sendiri,” tegas hakim Anne.

Ketika dirasa cukup, hakim Anne kemudian mengakhiri sidang dan menunda persidangan selanjutnya ada pekan depan.

“Sidang kita tunda pekan depan, untuk mendengarkan keterangan saksi lainnya,” pungkas hakim Anne seraya mengetuk palu tanda sidang diakhiri.