Kejari Tanjung Perak Surabaya Terima Pelimpahan Berkas dan Tersangka Penculik Bocah


Surabaya – Berkas perkara penculikan anak dibawah umur bernama Nesa Alana Karaissa alias Ara akhirnya dinyatakan lengkap atau P21.

Dua pelaku Adnannyun Hamida dan Oke Ary Aprilianto, tak lain masih hubungan saudara dengan korban ini akan segera diadili.

Kepada awak media, Kasi Intelijen Kejari Tanjung Perak. Erick Ludfyansyah membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pelimpahan tahap II (berkas perkara dan tersangka) penculik anak pada hari Jum’at, 28 Mei 2021 kemarin.

“Untuk perkara ini, kita sudah terima tersangka dan barang buktinya dari penyidik. Selanjutnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya,” terang Erick, Senin (31/5).

Baca Juga :   Pemuda Pancasila Surabaya Menolak Keras Gerakan 'People Power'

Erick juga menambahkan bahwa pihaknya menunjuk I Gede Willy Pramana sebagai Jaksa Penuntut Umum pada kasus penculikan Ara.

“Iya mas, saya jaksa yang menangani perkara (penculikan Ara),” ujar Willy saat dikonfirmasi awak media.

Perlu diketahui, Ara diculik oleh kedua pelaku yang merupakan pakde dan budhenya ini pada Selasa (23/3/2021) lalu.

Saat itu Ara sedang bermain di sekitar Taman Teratai kemudian dipanggil oleh kedua pelaku untuk diajak bakan bakso dan potong rambut.

Baca Juga :   Ibis Styles Surabaya Jemursari Gelar Pameran Lukisan “Ramadan Art Exhibition” di Program Rediscover Indonesia

Setelah makan bakso dan potong rambut di salon, Ara kemudian dibawa pelaku ke Pasuruan di rumah Musrufah, istri nomor dua tersangka Ary.

Disana kedua pelaku memperlakukan Ara dengan baik, banya saja Ara dilarang menghubungi kedua orang tuanya.

Dari pengakuan pelaku Ary kepada polisi, dirinya mengaku sakit hati kepada orang tua Ara, yakni Tri Budi Prasetyo dan Safrina Anindia Putri yang dipicu karena anaknya sempat ditampar dan sering cekcok terkait masalah warisan rumah.

Baca Juga :   Dewan Pimpinan Nasional PERADI Gelar Rakernas 2019

“Selama (Ara) ikut saya, gak ada kekerasan kepada korban karena sudah saya anggap putri saya sendiri,” aku pelaku Ary saat dihadirkan dalam rilis di Polrestabes Surabaya, Sabtu (27/3/2021) lalu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya dijerat Pasal 83 Juncto 76 F Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara.