Kasus Pengambilan Paksa Jenasah Pasien Covid-19, Polres Tuban Periksa Saksi


Tuban – Pengambilan Jenazah covid-19 secara paksa di wilayah kecamatan Jatirogo beberapa hari yang lalu berbuntut panjang, pasca kejadian tersebut Polres Tuban membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Hari ini, Satreskrim polres Tuban melakukan pemanggilan terhadap 6 orang yang diduga mengetahui dan berada di TKP saat kejadian penurunan paksa Jenazah covid-19 untuk di periksa sebagai saksi.

Mereka antara lain NU, (38th) warga Ds. Karang tengah Kec. Jatirogo, KN, (40th) warga Ds. Pasean Kec. Jatirogo, M bin S, (62th) warga desa Wotsogo kec. Jatirogo, MTS bin S, (40th) warga dsn. Klangun ds. Wotsogo Jatirogo, N, (53th) Warga ds. Karang tengah Kec. Jatirogo dan AR, (39th) warga ds. Karang tengah Kec. Jatirogo.

Baca Juga : Sekjen PBB Minta Rayakan Tahun Baru Dengan Sederhana Serta Perbanyak Doa dan Zikir

Keenam orang tersebut menjalani Pemeriksaan di Satreskrim Polres Tuban dengan dugaan pidana barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah atau orang yang menurut undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya sesuai pasal 212 sub pasal 214 KUHP dan atau pasal 93 Jo Pasal 9 (1) Undang-undang RI No 6 tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Baca Juga :   Antara Saya, Selfie Dengan Jokowi dan La Nyalla Academia

Ditempat terpisah Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono, S.I.K., S.H., M.H., menuturkan bahwa untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing provokasi

“Saya himbau agar masyarakat lebih cerdas, tidak mudah terprovokasi dengan situasi, apalagi jenazah ini sudah jelas-jelas dinyatakan positif Covid19,” imbau Ruruh dalam rilisnya, Kamis (31/12).

Baca Juga : Polri Ungkap Peredaran 50 Kg Sabu Jaringan Aceh, Medan dan Jakarta

“Jadi proses pemakaman juga harus memenuhi protokol kesehatan, jangan sampai ada yang egois yang justru membahayakan orang lain, seperti mengambil paksa, membuka peti jenazah dan memandikan,” jelas Polisi Kelahiran Ngawi tersebut.

Baca Juga :   Sengkuyung Satgas TMMD Bantu Warga Angkut Pakan Ternak

Perlu diketahui sebelumnya, pada Jumat (25/12) AR Tokoh masyarakat desa Karang Tengah kecamatan Jatirogo meninggal di RSUD setempat, karena belum mempunyai Tim pemulasaraan Jenazah sendiri, atas persetujuan keluarga akhirnya jenasah dikirim ke RSUD dr. Koesma Tuban untuk dimandikan dan disholati sesuai Protokol Kesehatan.

Baca Juga : Berduka Atas Wafatnya Prof Muladi, LaNyalla: Indonesia Kehilangan Satu Begawan Hukum

Pada awalnya keluarga korban sudah sepakat dengan Muspika, untuk pemakaman sesuai dengan protokol Covid19, namun saat jenazah akan di makamkan di pemakaman desa setempat, puluhan warga tiba-tiba menghadang iring-iringan ambulans yang di kawal oleh Patwal dari Satlantas Polres Tuban.

Baca Juga :   Presiden: Dana Desa Terbukti Tingkatkan Pendapatan Masyarakat Desa

Massa meminta dengan paksa Jenazah untuk diturunkan, sempat terjadi perdebatan antara Polisi dan petugas pemulasaraan dengan massa, Namun karena kalah jumlah dan massa tidak bisa di cegah. Saat ini kasus sedang diusut dan ditangani oleh Satreskrim Polres Tuban. (Afi).