Kasatpol PP Jatim: PPKM Mikro Tidak Ada Saksi Denda


Surabaya – Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Budi Santosa menegaskan bahwa pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro telah diperpanjang mulai 23 Februari – 8 Maret 2021.

Budi memastikan selama PPKM Mikro, Satpol PP tidak memberlakukan sanksi denda atau administratif. 

“Untuk PPKM Mikro tidak ada denda bagi masyarakat yang melanggar ketentuan protokol kesehatan Covid-19. Ini kan hulunya di skala RT/RW dengan posko di kelurahan atau kantor desa. Jadi sanksi bagi pelanggar, kami serahkan sesuai kebijakan atau kearifan lokal setempat,” kata Budi, Senin (22/2). 

Baca Juga :   Rutilahu, Sengkuyung Nyata TNI Bersama Rakyat

Untuk mendukung PPKM Mikro, pihaknya juga memastikan tetap membantu memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap taat protokol kesehatan.

Hal itu dilakukannya bersama dengan Satpol PP di 38 kabupaten dan kota, bahkan hingga tingkat kecamatan. 

Namun, ia mengecualikan saksi denda administratif bagi pelanggar protokol kesehatan di sektor hilir seperti pusat keramaian atau wilayah tengah kota.

Baca Juga :   Tingkatkan Kualitas PSG, Kadin Jatim-BKSP Bersama IHK Trier Jerman Gelar Leadership PSG

Satpol PP pun tetap melakukan Operasi Yustisi di wilayah hilir. 

“Seluruh Satpol PP di Jatim sudah dan akan akan tetap menggelar Operasi Yustisi. Pagi menyasar pasar-pasar, siang di warkop-warkop, dan malam di tempat hiburan malam. Jika melanggar pasti kami kenakan sanksi dengan menyita KTP dan denda,” tegasnya. 

Perlu diketahui, berdasarkan evaluasi dari Satgas Covid-19 Jatim, PPKM Mikro di Jatim memang memberikan dampak yang signifikan.

Baca Juga :   Mahasiswa Penerima Beasiswa Prasejahtera Semen Indonesia Berikan Motivasi Di Sekolah

Dari awal PPKM Mikro masih ada 210 RT berstatus zona merah. Namun, setelah dua pekan, RT dengan status zona merah di Jatim sudah nol atau tidak ada lagi. 

Zona merah di Jawa Timur juga mengalami penurunan yang signifikan, di awal tahun 2021, Jawa Timur masih memiliki delapan zona merah Covid-19.

Per 21 Februari 2021, Zona Merah di Jawa Timur hanya tinggal satu, yakni Kabupaten Jombang.