Kapolda Bersama Forkopimda Jatim Pantau Pelaksanaan Physical Distancing di Suramadu


Surabaya – Untuk mengantisipasi meningkatnya penyebaran virus corona (covid-19) di wilayah Jawa Timur, jajaran Forkopimda mendatangi wilayah – wilayah yang ditetapkan sebagai area Physical Distancing.

Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Luki Hermawan, bersama dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI R. Wisnoe Prasetija Boedi didampingi Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Dirintelkam Polda Jatim, beserta  Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD)  Kota maupun Kabupaten kali ini meninjau pelaksanaan Physical Distancing di area jembatan Suramadu.

Selain menjadikan area Physical Distancing, di suramadu juga dilaksanakan penyemprotan cairan Desinfektan bagi masyarakat termasuk penumpang kendaraan umum seperti Bus dan sepeda motor baik yang hendak ke Madura maupun sebaliknya yang hendak ke Surabaya.

Baca Juga : Pemprov Jatim Kerahkan SMA dan SMK Produksi Hand Sanitizer Massal

Dalam keterangannya, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan bahwa kedatangan jajaran Forkopimda ini guna memastikan bahwa pelaksanaan Physical Distancing di dua sisi Jembatan Suramadu ini aman terkendali, dan juga yang dilakukan Pemprov Jatim ini bukan Lock Down tetapi sebatas pengetatan terhadap orang yang keluar masuk di suatu wilayah tidak hanya Madura saja.

“Yang jelas kedatangan kami disini (Jembatan Suramadu) dari Forkopimda  untuk mengecek atau meninjau kegiatan baik dari Polres Bangkalan maupun Polres Pelabubah Tanjung Perak melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan kepada masyarakat sebagai pencegahan terhadap Covid 19 atau memutus mata rantai penyebaran virus corona,” ungkap Luki, Minggu (29/3)

Ditegaskan oleh Kapolda Jatim,tindakan yang dilakukan ini adalah semata demi kepentingan masyarakat bersama khususnya di Jawa Timur, pihaknya bersama aparat TNI dan Pemda akan terus bekerja sama untuk mendukung kebijakan Pemerintah.

Baca Juga : Gunakan Mobil RAISA, Polda Jatim Berikan Himbauan Physical Distancing

“Kami lakukan ini bukan ingin membatasi hak individu masyarakat, tetapi lebih mengutamakan masyarakat, demi kepentingan masyarakat, dan asas keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi sebagaimana yang tertuang dalam Maklumat Kapolri, kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang merasa terganggu atas kegiatan yang kami lakukan ini, karena ini demi pentingnya keselamatan masyarakat Jawa Timur,” pungkas Kapolda Jatim.

Ditambahkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bahwa pihaknya memastikan tidak ada lockdown di kawasan Madura untuk mengantisipasi penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

“Keputusan lockdown itu dari pemerintah pusat, jadi daerah atau Pemprov tidak punya kewenangan melakukannya. Pemprov Jatim hanya akan memasang drive thru disinfektan untuk arus dari dan ke Madura” kata Khofifah. (son)