Ka Satker PKP Provinsi Babel: Perumahan Setidaknya Harus Ada Fasos Dan Fasum, Itu Minimalnya


Pangkalpinang – Program Sejuta Rumah yang dicanangkan pemerintah, banyak pengamat menyebutkan sudah mencapai target. Namun demikian, di beberapa daerah kendala perizinan masih menjadi momok yang menghantui para pengembang perumahan.

Di Kotamadya Pangkalpinang, perizinan yang sudah dipermudah oleh pemerintah pusat. Melalui kebijakan paket ekonomi jilid XIII, masih belum maksimal dimanfaatkan oleh beberapa developer setempat.

Dalam percakapan dengan Kepala Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Nurul Azmi. Ia mengatakan dalam regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait pengembangan kawasan perumahan, sedikitnya membutuhkan beberapa persyaratan.

“Iya sebenarnya dapat di browse sendiri kok, ada di web kita. Tapi yang pasti harus ada izin prinsip, izin lokasi, dan izin lingkungan setempat yang sudah termasuk Amdal atau Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL),” kata dia, Rabu (16/01).

Ia menambahkan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan, harus melalui tahapan penyusunan Amdal/UKL-UPL, penilaian Amdal dan pemeriksaan UKL-UPL, dan permohonan dan penerbitan izin lingkungan.

“Syarat permohonan izin lingkungan juga harus menyertakan dokumen Amdal atau formulir UKL-UPL. Dokumen pendirian usaha dan/atau kegiatan, serta profil usaha dan/atau kegiatan,” imbuhnya lagi.

Saat ditanyakan soal adanya pengembang yang disinyalir membangun pemukiman di kawasan konservasi. Ia kembali mengingatkan, bahwa tahapan izin lingkungan tadi yang harus clean dan clear diperoleh oleh pihak pengembang.

“Sebenarnya sudah dipermudah, dari mengurus IMB sampai berbulan-bulan. Tapi sekarang sudah dipangkas menjadi seminggu hari kerja saja. Tapi perlu diingat, banyak juga yang kadang melupakan Fasos dan Fasum sebagai syarat minimal dari pembangunan kawasan perumahan bersubsidi,” pungkasnya. (LH)




Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.