Ini Tanggapan PT Wings Surya Terkait Sampah Plastik di Bantaran Kali Surabaya


Surabaya – Berdasarkan hasil inventarisasi brand audit timbulan sampah dibantaran sungai dan dipermukaan sungai selama Februari-Juni 2020, lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) meminta kepada PT Wings Surya untuk melakukan clean up sampah plastik kemasan yang teronggok di bantaran aliran Kali Surabaya.

Inventarisasi tersebut dilakukan Ecoton di tujuh desa sepanjang aliran kali Surabaya, mulai dari Desa Sumberame, Wringinanom, Sumengko, Bambe, Kabupaten Gresik dan Desa Mliriprowo, Bogem Pinggir, Penambangan, Kabupaten Sidoarjo.

Dari hasil brand audit tersebut menunjukkan bahwa sampah packaging PT Wings Surya menempati peringkat pertama pada timbulan sampah dan sampah yang ada dalam rumah tangga.

“Kami memasang Trashboom/Penjebak Sampah di sungai selama 68 Jam di wilayah Desa Wringinanom, Kabupaten Gresik dan menunjukan bahwa 47% sampah didominasi oleh kemasan plastik sekali pakai seperti kemasan sachet dan pouch dan salah satunya berasal dari merk dari PT.Wings Surya,” kata Direktur Utama Ecoton Prigi Arisandi.

Baca Juga : Peringati HUT Alumni Akpol Angkatan 91, Kapolda Jatim Bagikan Paket Sembako dan Bedah Rumah

Dijelaskan Prigi, sampah plastik sachet tersebut teronggok di tepi sungai dan mengapung di sungai, dan itu berpotensi menjadi Mikroplastik yang terakumulasi di air sungai, dimana air sungai tersebut dijadikan sebagai bahan baku utama air PDAM Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Mojokerto.

Baca Juga :   Wagub Emil Ajak Masyarakat Donor Plasma Konvalesen

“Mikroplastik merupakan plastik berukuran kurang daru 5mm yang apabila masuk ke dalam tubuh manusia akan berdampak buruk bagi kesehatan, seperti gangguan pencernaan, diabetes, penyakit ginjal, gangguan keseimbangan hormon hingga kanker,” terang Prigi.

Permasalahan lainnya adalah nilai ekonomi sachet yang rendah sehingga tidak laku dijual atau sulit didaur ulang sehingga masyarakat umumnya membakar sampah sachet.

“Pembakaran sachet menimbulkan gas beracun Dioxin, bisa menyebabkan kanker, sakit pernapasan, gangguan saraf, kemandulan,” ungkap Prigi.

Baca Juga : Komunitas Jurnalis Jawa Timur Sikapi Oknum LSM Lecehkan Profesi Wartawan

Dari hasil temuan tersebut, Ecoton meminta kepada PT. Wings Surya untuk membersihkan (Clean Up) sampah- sampah sachet dan packaging produksi PT.Wings Surya yang terapung dan teronggok dibantaran Kali Surabaya.

Ecoton juga meminta, PT Wings Surya me-Redesain kemasan agar tidak memproduksi kemasan plastik sachet.

“Kemasan sachet merupakan Multilayer yang sulit didaur ulang. Sampah sachet akan menambah jumlah sampah di TPA, karena sampah tidak bisa di daur ulang. Oleh karena itu PT.Wings Surya ikut andil dan bertanggung jawab menyelesaikan permasalahan sampah sachet ini,” ujar Prigi.

Baca Juga : Gubernur Jatim Hadiri Sidang Paripurna DPRD Jatim Pengesahan Perubahan Raperda Trantibum

Ditambahkan Prigi, Ecoton juga meminta PT Wings Surya untuk ikut bertanggungjawab terkait pengelolahan sampah yang menjadi timbulan sampah di Kali Surabaya.

Baca Juga :   Gubernur Khofifah Lepas 460 Penumpang Mudik Ke Masalembu

“Mengacu UU No.18 tahun 2008, produsen diminta untuk bertanggung jawab terhadap produk yang mereka buat, membantu menanggung biaya untuk mengumpulkan, memindahkan, mendaur ulang, dan membuang produk atau material di penghujung siklus hidup barang tersebut. Dan Pasal 14 bahwa setiap produsen harus mencantumkan label atau tanda yang berhubungan dengan pengurangan dan penanganan sampah pada kemasan dan/atau produknya, serta Pasal 15 bahwa produsen wajib mengelola kemasan dan/atau barang yang
diproduksinya yang tidak dapat atau sulit terurai oleh proses alam,” tukasnya.

Baca Juga : Ketahuan Masuki Rumah Warga, Pemuda Ini Babak Belur Dihajar Massa

Terpisah, Lilik Sianto Manajer Marketing Support PT Wings Surya menyampaikan bahwa keadaan sampah plastik kemasan PT Wings Surya sering ditemui di sungai.

Bahkan, Lilik menyatakan tidak hanya di sungai saja, melainkan di jalan juga sering terjadi pembuangan sampah plastik.

“Saya menyadari bahwa yang dipersoalkan adalah sampah sachet, sehingga itu yang sulit di daur ulang, beda lagi dengan botol yang biasanya bisa difungsikan kembali botolnya atau bisa di jual kembali. Kalau sachet ini tidak mungkin diambil orang, karena nilai ekonomisnya tidak ada,” kata Lilik dihubungi melalui selulernya, Selasa (28/7).

Lilik mengatakan bahwa seharusnya teman-teman dari Ecoton langsung menyampaikan persoalan sampah plastik kemasan ini ke DPR agar membuat undang-undang melarang penggunaan kemasan plastik.

Baca Juga : Putus Mata Rantai Covid-19, Imigrasi Tanjung Perak Terapkan Emergency Stay Permit Bagi WNA

“Selama ini kami tetap mengikuti aturan undang-undang yang berlaku, kalau undang undang bunyinya melarang penggunaan sachet, maka kami tidak akan menggunakannya. Kemasan sachet inikan dibuat untuk konsumsi orang golongan menengah ke bawah l, masyarakat menilai produk dari Wings ini merupakan produk yang murah,” terangnya.

Baca Juga :   Satgas TMMD ke-104 Bersama Masyarakat Brangkal Bahu Membahu Membangun RTLH

Lilik juga mengapresiasi Ecoton yang telah meminta PT Wings Surya untuk melakukan clean up di bantaran kali Surabaya.

“Jadi saya setuju apa yang disampaikan Ecoton untuk mengedukasi masyarakat yang mengajak suatu kebaikan dengan gerakan bersih kali,” kata Lilik.

Lilik juga menyampaikan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, hal ini juga merupakan tanggung jawab setiap orang, bukan orang per orang saja.

Baca Juga : HUT Alumni Akpol Angkatan 1991 Batalyon Bhara Daksa Gelar Baksos Diikuti Seluruh Polres Jajaran Polda Jatim

Menurut Lilik, Pemerintah seharusnya menerbitkan regulasi terkait penggunaan produk kemasan plastik.

“PT Wings Surya menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan hidup, sehingga perusahaan ini juga sudah mengarah kedepan untuk mengembangkan satu kemasan Eco-Packaging atau Sustainable Packaging. Apa yang sudah disampaikan oleh Ecoton ini sangat baik, karena ikut memperhatikan lingkungan, yang artinya kita terus diingatkan,” pungkasnya.