Ini Penjelasan La Nyalla Terkait ‘Potong Leher’


Surabaya – Menanggapi diungkitnya kalimat potong leher jika pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf kalah di Madura yang pernah diucapkan La Nyalla Mahmud Mattalitti. Ketua MPW Pemuda Pancasila Jatim itu akhirnya angkat bicara terkait ungkapan itu.

Dikatakan, tantangan tersebut bukan untuk menantang kubu Prabowo-Sandiaga maupun orang Madura, melainkan untuk internal kader dan anggotanya.

“Saya memimpin beberapa organisasi dan yayasan. Ada Pemuda Pancasila, KADIN, KONI dan milik saya Yayasan La Nyalla Academia, dan itu sudah berkiprah selama 20 tahun di Jatim, saya memiliki kader,” kata La Nyalla, Sabtu (20/4).

Lanjut La Nyalla, kader tersebut tersebar di 38 kabupaten/kota di Jatim termasuk juga ada di Madura.

Tantangan potong leher merupakan bahasa dan cara berkomunikasi di kalangan kader dan internal anggotanya.

“Salah satunya adalah bahasa tantangan kepada mereka. Supaya mereka tahu kalau saya totalitas dan tidak main-main,” tegas Calon DPD untuk wilayah Jatim itu.

Sebagai pimpinan yang menunjukkan kesungguhannya, La Nyalla berharap para kader dan anggotanya juga akan mengikuti langkah itu.

“Kalau saya secara khusus menantang orang Madura buat apa? Saya punya kader dan anggota sendiri di Madura. saya juga punya keluarga di Madura. Anak saya, Ketua Sapma Pemuda Pancasila Jatim, juga berdarah Madura,” terang Ketua Kadin Jatim itu.

Itu merupakan bahasa komando yang diinstruksikan kepada para kader dan anggotanya. “Yang bukan kader anggota saya, ya tidak perlu ikut komentar,” pungkasnya.   (son)