Hadirkan Saksi Kerabat, Keterangannya Justru Sudutkan Henry J Gunawan dan Iuneke


Surabaya – Pengadilan Negeri Surabaya kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan pemalsuan keterangan pernikahan yang menjerat pasutri Henry J Gunawan dan Iuneke Anggraini sebagai terdakwa.

Sidang yang digelar diruang sidang garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, dengan agenda mendengar keterangan saksi yang digadang gadang dapat meringankan posisi para terdakwa, namun justru menguatkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam keterangannya dipersidangan, dua saudara ipar dari terdakwa Henry, Chan Hadi Purnomo dan Reinold Stevanus serta adik kandung Henry, Yunita Gunawan membeberkan riwayat pernikahan terdakwa Henry dan Iuneke.

Ketiganya memberikan keterangan secara bersamaan dan tidak disumpah, lantaran memiliki hubungan dekat dengan kedua terdakwa.

“Nikahnya tahun 1998 secara adat Chinese, waktu itu acaranya di hotel Shangrila, ada teapai, potong kue dan tukar cincin, semua keluarga hadir,” kata Yunita yang diamini saksi Chan dan saksi Reinold saat menjawab pertanyaan tim penasehat hukum kedua terdakwa, Senin (25/11).

Baca Juga : Kapolda Jatim Pimpin Sertijab Kapolres dan Pengukuhan Mapolresta Banyuwangi

Namun saat ditanya Ketua majelis hakim Dwi Purwadi terkait adanya pernikahan resmi kedua terdakwa yang dilangsungkan menurut Agama Budha pada tahun 2011, ketiga saksi justru tidak tau.

“Saya tidak tau,” jawab saksi Yunita, Reinold dan Chan secara bergantian.

Sedangkan waktu ditanya Jaksa Penuntut Umum tentang perjanjian pemisahan harta oleh kedua terdakwa, ketiga saksi juga tidak tau.

“Tidak tau,” sambung ketiga saksi.

Tak hanya ketiga saksi saja yang memberatkan posisi kedua terdakwa, Keterangan Accounting PT Gala Bumi Perkasa (GBP) Nur Huda juga terlihat menyudutkan majikannya.

Baca Juga : Gubernur Tekankan Pentingnya Peran Guru Sebagai Perekat Persatuan Untuk Wujudkan SDM Unggul dan Indonesia Maju 2045

Dalam persidangan, saksi Nur Huda membenarkan adanya aliran dana masuk dari PT Graha Nandi Sampoerna (GNS) ke PT GBP secara bertahap, periode bulan Maret hingga 5 Juli 2010, dengan total 34,6 milliar.

“Untuk proyek Pasar Turi dan membayar retribusi ke Pemkot,” terang saksi Nur Huda.

Tak hanya itu, saksi Nur Huda juga menjawab tegas saat terdakwa Henry bertanya terkait adanya pengembalian uang ke saksi Hong Hek Soei dan saksi Teguh Kinarto.

“Tidak ada,” tegasnya.

Tak puas dengan jawaban tersebut,, terdakwa Henry kembali meyakinkan saksi Nur Huda, Namun kembali dijawab tegas oleh saksi sesuai dengan data yang dibawa saat bersaksi.

Baca Juga : Gubernur Khofifah Ingatkan Arti Penting Membangun Karakter Bangsa Pada Pembukaan ESQ

“Dari data kami memang tidak ada pak,” tandas saksi Nur Huda.

Terpisah, JPU Ali Prakoso mengaku keterangan empat saksi meringankan yang dihadirkan tim penasehat hukum justru menguatkan dakwaannya.

“Ini soal pernikahan, dan tiga saksi yang merupakan kerabat kedua terdakwa justru tidak tau kalau 2011 ada pernikahan resmi. Mereka taunya menikah di 1998 secara adat. Sedangkan saksi accounting PT GBP membenarkan kalau ada aliran dari dari PT GNS, sesuai dengan dakwaan kami,” terangnya saat dikonfirmasi usai persidangan. (son)