Gubernur Khofifah Berikan Apresiasi Lulusan Terbaik IPDN Angkatan XXVII Dari Jatim


Surabaya – Sebanyak 881 pamong praja muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan XXVII, telah resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (29/7).

Pamong Praja Muda yang dilantik dengan total 881 orang tersebut terdiri atas 176 orang lulusan S1 Ilmu Pemerintahan dan 705 lulusan D4 Ilmu Pemerintahan.

Sementara itu, untuk peraih lulusan terbaik Program Strata I, Sarjana Ilmu Pemerintahan, Kartika Pradnya Utama atas nama Novawan Ristara, S.IP asal pendaftaran Kab. Tulungagung Prov. Jatim, dengan IPK 3,787.

Sedangkan, untuk peraih lulusan Program Diploma IV Sarjana Sains Terapan Pemerintahan Penerima Kartika Astha Brata atas nama Ainun Ma’rifah, S.STP asal pendaftaran Kab. Jombang Prov. Jatim dengan IPK 3,780.

Baca Juga : Gubernur Khofifah Perpanjang Diskon Pajak Kendaran Bermotor Hingga 31 Agustus

Atas prestasi membanggakan yang diraih putra putri dari Jatim ini, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan selamat dan apresiasi yang luar biasa. Menurutnya, prestasi ini juga merupakan berita yang membahagiakan bagi masyarakat Jawa Timur.

Baca Juga :   Bakorwil III Malang Selenggarakan Pasar Murah

“Atas nama pribadi, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan selamat kepada putra putri terbaik Jatim yang mampu menjadi lulusan terbaik IPDN Angkatan XXVII. Dan kepada semua lulusan IPDN dari Jatim saya juga menyampaikan selamat menyandang status baru beserta segala hak dan kewajibannya,” ungkap Khofifah sapaan akrab Gubernur Jatim di Gedung Grahadi, Surabaya, Kamis  (30/7).

Khofifah berharap, prestasi yang diraih oleh Novawan Ristara dan Ainun Ma’rifah bisa menjadi penyemangat bagi para praja yang masih menempuh jenjang pendidikan. Sehingga, mereka pun bisa berlomba-lomba untuk mencapai prestasi yang terbaik.

Baca Juga : BNI Tuban Berbagi Senyum Ditengah HUT Ke 74

Selain itu, lanjut Khofifah sesuai amanat yang disampaikan oleh Presiden Jokowi dirinya pun optimistis bahwa pada diri setiap pamong praja telah tertanam rasa kebangsaan dan keindonesiaan.

Baca Juga :   Sepeda Wisata, Pungkasi HUT ke-61 Pabrik Gresik Semen Indonesia

Namun demikian, hal ini juga harus diikuti dengan semangat untuk menjadi motor penggerak inovasi, menjadi motor pengembangan cara-cara kerja baru, dan sekaligus sebagai motor penggerak pemerintahan.

Harapan yang sama juga disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat wisuda di Jatinangor, ia mengungkapkan lulusan IPDN selain sebagai motor penggerak pemerintahan juga harus bisa sebagai ilmuwan. Serta, diharapkan bisa menjadi strong leader yang memiliki 3 faktor yang diperlukan, yaitu power, kewenangan dan staff followers.

Baca Juga : Menyamakan Persepsi Penanganan Covid19, Kapolda Gelar Dialog dan Audiensi Bersama IDI Wilayah Jatim

“Para pamong praja juga diharapkan memiliki kemampuan konseptual sehingga bisa merumuskan strategi kemana anak buah dibawa,” imbuhnya.

Baca Juga :   Kinerja Perdagangan Luar Negeri Jatim Membaik di Tengah Pandemi Covid-19

Menurut Khofifah, harapan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi maupun Mendagri Tito Karnavian sangat beralasan karena masyarakat sekarang ini terbuka, berpendidikan, informatif, dan tentu memiliki kebutuhan yang lebih berkembang.

Karenanya, para pamong praja tentu memiliki tugas yang semakin berat dan beragam. Terlebih, di tengah adanya pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di Indonesia termasuk Jatim.

Baca Juga : SIG Pabrik Tuban Salurkan 31 Hewan Kurban Di Tengah Pandemi Covid 19

“Selamat bertugas anak-anak ku, teruslah belajar mengikuti perkembangan teknologi dan informasi yang terbaru. Dan terus jaga integritas dalam melayani masyarakat,” tandas orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

“Jagalah kehormatan sebagai abdi negara. Dan mari bersama-sama menjadikan Indonesia khususnya Jatim untuk bisa maju. Utamanya dalam rangka mempercepat penanganan Covid-19,” pungkas Khofifah. (*)