Divonis Bebas, Terdakwa Penganiayaan Langsung Sujud Syukur


SURABAYA – Sidang dengan agenda pembacaan vonis (putusan) perkara penganiayaan dengan terdakwa Christian Noviyanto terhadap korbannya Oscarius, kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (26/09).

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim yang diketuai Maxi Sigarlaki memberikan vonis bebas kepada terdakwa Christian Noviyanto, majelis hakim juga menilai tidak ada persesuaian antara keterangan saksi dengan saksi lainnya serta alat bukti yang di hadirkan selama persidangan.

“Menyatakan terdakwa Christian Noviyanto tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana penganiayaan, membebaskan terdakwa dari dakwaan JPU, memulihkan nama baik terdakwa dalam kehidupan terkait harkat dan martabatnya,” ucap Hakim Maxi Sigarlaki.

Adapun pertimbangan majelis hakim dalam perkara ini disebutkan bahwa majelis hakim tidak menemukan unsur yuridis bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana pasal 351 ayat (1) KUHP, dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan H, dari Kejaksaan Negeri Surabaya.

BACA JUGA : Gubernur Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gresik Ammonia Receiving / Storage Terminal

Usai diputus bebas, terdakwa Christian langsung melakukan sujud syukur di depan majelis hakim. Atas putusan ini, JPU Suparlan H. bakal mengajukan kasasi.

“Kasasi pak hakim,” kata JPU Parlan.

Ditemui usai persidangan, Wellem Mintarja, kuasa hukum terdakwa menyampaikan rasa syukurnya setelah kliennya diputus bebas oleh majelis hakim.

“Alhamdulillah, klien kami telah di putus bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya. Karena memang selama persidangan tidak ada persesuaian antara keterangan saksi satu dan lainnya serta dengan alat bukti yang ajukan oleh JPU,” tutur Wellem.

Masih menurut Wellem, terkait langkah hukum selanjutnya dirinya mengatakan akan mempelajari dahulu apakah ada unsur diskriminalisasi pada kasus kliennya tersebut. Kuasa hukum asal Paciran Lamongan tersebut berencana akan melaporkan balik pihak-pihak yang terkait kasus ini.

“Kita akan pelajari dulu atas putusan ini, apabila menurut kami ada dugaan kriminalisasi kita akan melaporkan balik. Dan pastinya kita akan melaporkan pihak-pihak yang terkait,” pungkas Wellem.

Untuk diketahui, sebelumnya JPU Suparlan H, telah menuntut terdakwa Christian dengan pidana penjara selama 2 bulan. Atas tuntutan tersebut kuasa hukum terdakwa yang keberatan kemudian mengajukan nota pembelaan (pledoi) yang intinya menyatakan alat bukti dan keterangan saksi tidak ada persesuaian.  (red)