Ditlantas Polda Banten Sampaikan Pesan Mekanisme E – Tilang Melalui Radio


SERANG– Ditlantas Polda Banten sampaikan pesan mekanisme E-Tilang bersama masyarakat Provinsi Banten melalui media elektronik Radio Megaswara, di Jalan Lingkungan Sayabuluk, Serang Kota, Selasa (30/07).

Talk Show yang diikuti oleh Kompol I Ketut Sunanta, (Kasi Dakgar Ditlantas Polda Banten) Ipda Pujiyanto SH MH (Kanit Laka Lantas Ditlantas Polda Banten) dan Iptu Engking Yudhiana (Paur Mitra Subbdid Penmas Bid Humas Polda Banten).

Baca Juga :   Tingkatkan Kemampuan Beladiri, Ditsamapta Polda Banten Gelar Latihan Rutin

Ipda Pujiyanto SH MH sampaikan tentang mekanisme tilang online. Maksud dari tilang onlie adalah untuk menenggakkan hukum dengan sistem E-Tilang dibangun dengan maksud memberikan kemudahan dab kecepatan melakukan pembayaran denda tilang serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu taat dan tertib berlalu lintas di Jalan.

Sedangkan tujuannya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagai tindak lanjut program prioritas Kapolri guna meningkatkan pelayanan publik yang lebih mudah, Transfaran yang berbasis TI dan menghilangkan praktek -praktek Pungli serta penyimpangan oleh petugas Polantas.

Baca Juga :   Kunjungan Kerja Kalemdiklat Polri di Polda Jatim

Kemudian Ipda Pujiyanto mengatakan untuk mekanisme E-Tilang itu sendiri dimulai dari polisi melakukan tindakan, selanjutnya Polisi menginput data tilang pada aplikasi E-Tilang, terus pelanggaran mendapat notifikasi nomor pembayaran BRIVA, dilaksanakan pembayaran denda tilang dapat melalui jaringan perbankan dengan ATM, EDC, Teller, Mobile, Banking dan Internet Banking. Serta, Pelanggar dapat mengambil barang bukti yang disita dengan menunjukan bukti pembayaran.

Baca Juga :   Rasa Haru Warga Kampung Cipayung Mendapat Kunjungan Tim Jum'at Barokah

“Alhamdulillah, melalui radio ini saya dapat menerangkan tentang mekanisme tilang online. Dengan adanya Talk Show ini dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat agar mengerti akanĀ  E-Tilang serta Proses mekanisme dalam pengambilan barang bukti E-Tilang,”tutup Pujiyanto. (Bidhum)