Diduga Gunakan Lahan Konservasi, Kepala BLH Bangka Tengah: Nanti Akan Kita Cek Dulu


Pangkalpinang – Dalam proses perizinan mendirikan bangunan dalam suatu kawasan tertentu. Dipastikan membutuhkan rekomendasi berjenjang dari beberapa instansi terkait. Membangun kawasan pemukiman misalnya.

Sebagai informasi, dalam paket kebijakan ekonomi jilid XIII pemerintah telah menyederhanakan proses perizinan pengembang perumahan MBR (masyarakat berpenghasilan rendah). Dari awalnya 33 tahapan perizinan menjadi 11 perizinan.

Selain itu, pemerintah juga memangkas lamanya proses perizinan dalam mengurus berkas. Dari 769-981 hari menjadi dipercepat 44 hari saja.

Sementara itu, dalam perkembangan terkini kasus kecewanya calon konsumen perumahan PEARL 5 Paritlalang Kota Pangkalpinang, awak media menemukan fakta terbaru soal detail perizinan kawasan perumahan tadi.

Baca juga : Terkait Dugaan Kasus Wanprestasi Kepada Konsumen, Ini Jawaban Pihak Pengembang Perumahan Pearl 5

Dan sebagai informasi tambahan pada pembaca, kawasan Bukit Taeb sesuai dengan denah lokasi, masuk wilayah Kabupaten Bangka Tengah. Untuk itu awak media segera menghubungi Kepala Dinas BLH Pemkab Bangka Tengah, Ali Imron.

Saat dihubungi via ponsel, Kepala Badan Lingkungan Hidup Pemkab Bangka Tengah, Ali Imron mengatakan bahwa ada beberapa bagian dari lokasi Bukit Taeb yang masuk dalam kawasan konservasi lingkungan.

“Untuk Bukit Taeb, iya masuk, tapi tidak semua masuk kawasan konservasi (lingkungan hidup),” kata Ali Imron, Senin (14/01).

Ketika disinggung adanya perumahan di kawasan tadi. Pihaknya menyatakan memang ada satu perumahan yang sudah mengajukan izin terkait pengembangan pemukiman. Yakni Perumahan Gelasa Pangkalpinang. Ali mengatakan perizinan terkait hal tadi sudah rampung dan tidak masalah.

“Oh yang perumahan Gelasa itu? Itu di luar (kawasan konservasi) gak masalah itu karena di luar, cuma enggak tau kalau ada perumahan baru tanpa izin ya belum tau, nanti coba dikroscek,” katanya.

Terpisah, sebelumnya Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkot Pangkalpinang, Iwansyah saat dikonfirmasi perihal adanya pengembang yang membangun pemukiman di kawasan konservasi, ia mengatakan singkat. Bahwa hal itu bukan masuk wilayah kotamadya Pangkalpinang. Tetapi ada di wilayah Kabupaten Bangka Tengah.

“Perumahan yang mana? Di Bukit Taeb? Oh itu masuk Bangka Tengah, bukan di kami perizinan-nya, coba ditanya ke BLH Bangka Tengah,” ucap Iwansyah.   (LH)




Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.