Dibakar Cemburu Buta, Pria Ini Tega Aniaya Istri


Trenggalek – Kisah asmara pasangan suami istri (pasutri) warga Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek ini berujung suram. Diduga sang suami berinisial T dan sang istri berisinial SW sedang dirundung kemelut api cemburu hingga tega melakukan penganiayaan terhadap istrinya pada tanggal 25 september 2019 lalu

Jajaran Polres Trenggalek dibantu Polsek Panggul akhirnya mengungkap kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Kasus ini berawal ketika terduga pelaku T (38) bersama dengan istrinya, bepergian dengan berboncengan sepeda motor, sebelum sampai tujuan mereka berhenti di salah satu warung di pinggir jalan di daerah Desa Panggul. Karena dirasa tujuan masih cukup jauh dan cuaca sedang terik, mereka hendak beristirahat sambil minum di sebuah warung kopi.

Dilokasi tersebut ternyata ditemui saksi TA, tersangka T awalnya merasa curiga bahwa ada perselingkuhan antara istrinya dengan korban TA. Apalagi pada saat dipinggir jalan, antara tersangka T, saksi TA dan korban saling diam, hal itu yang menambah kecurigaan tersangka.

Dalam keterangan rilisnya di hadapan awak media, Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjutak membenarkan adanya perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tersebut.

BACA JUGA : Gubernur dan Wagub Dampingi Wapres Lantik PW-DMI Jatim

“Seperti yg sudah kita tuangkan dalam berita acara pemeriksaan, bahwa diduga ada motif perselingkuhan antara istri T dan saksi TA. Karena kecemburuan tersebut, tersangka T menganiaya korban hingga dilarikan di puskesmas terdekat karena menderita luka cukup serius.” Jelasnya.

Ditambahkan AKBP Calvijn, diperjalanan ada sikap kurang terpuji yang ditunjukan dari tersangka T karena emosi, kesal dan curiga, sehingga terjadilah cekcok diatas motor yang dikendarai, juga sambil berhenti melakukan penganiayaan dengan cara berkali-kali membenturkan kepala tersangka terhadap kepala korban hingga terjatuh dari motor. Tidak cukup sampai disitu, tersangka juga melakukan pemukulan kembali dan juga pencakaran kepada korban

Selanjutnya, karena merasa tertekan istri tersangka lari kesalah satu rumah warga yang kebetulan tidak jauh dari lokasi kejadian untuk meminta pertolongan. Karena tidak terima dan masih emosi, tersangka T kembali memukul istrinya di rumah saksi K.

Tidak terima dengan kejadian yang dialaminya tersebut, korban melaporkan pengaduan di polsek terdekat. Karena korban mengalami luka berat hingga dirawat di Puskesmas kecamatan selama 6 hari.

Dikarenakan orban yang merasa tertekan, akhirnya proses mediasipun tak bisa dilakukan, hingga berbuntut pelaporan ke Polres Trenggalek.

“Saat ini tersangka beserta barang bukti perbuatannya telah diamankan di Mapolres Trenggalek untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, dan untuk tersangka T dikenakan Pasal 44 ayat [1] (UU KDRT) dengan ancaman hukuman penjara penjara paling lama 5 (lima) tahun atau lebih dari Rp. 15 juta” pungkas AKBP Jean Calvijn Simanjutak. (tata)