Bupati Trenggalek Harapkan FKUB Ikut Berperan Dalam Konflik Masyarakat


Trenggalek – Selain berdampak pada perekonomian, pandemi juga mempengaruhi interaksi sosial di masyarakat.

Segala bentuk pembatasan kegiatan tak lain hanya bertujuan untuk menjaga keselamatan bersama.

Untuk itu peran para tokoh maupun pemuka agama sangat penting dalam menjaga persepsi di masyarakat.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan bahwa saat ini banyak daerah mengalami lonjakan kasus covid-19.

Sementara di Kabupaten Trenggalek penyebaran covid-19 relatif terkendali dengan Bed Occupancy Ratio (BOR) di angka 30%.

Baca Juga :   Reinkarnasi Milenial Ditengah Pandemi

“Maka situasi ini patut kita syukuri, tetapi bentuk syukur itu kemudian tidak lengah,” tutur Bupati Nur Arifin saat pelantikan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Trenggalek di Pendhapa Manggala Praja Nugraha, Selasa (22/6).

“Sekali lagi tidak lengah dan tidak lelah untuk terus mengingatkan umat bahwa menjaga kesehatan, menghindari diri dari musibah itu juga bagian dari ibadah, apalagi musibah akibat kelalaian kita bisa mengakibatkan celaka bagi orang lain,” imbuhnya.

Baca Juga :   Gubernur: Total 3.631 Desa/Kelurahan di Jatim Yang Miliki Ruang Observasi Covid-19

Disampaikan oleh Bupati Nur Arifin, FKUB berisikan tokoh-tokoh yang menjadi panutan di masyarakat, untuk itu adanya kedekatan dengan para para jamaah maupun jemaah serta pemuka agama, diharapkan meningkatkan kesadaran di masyarakat.

Selain itu peran FKUB ke depan menjadi sangat penting, terlebih dalam eskalasi menjelang tahun politik 2024, terlebih ketika isu-isu agama disusupkan dalam propaganda politik, diharapkan peran para tokoh untuk dapat mendinginkan dalam situasi apapun.

Baca Juga :   Bupati Trenggalek Ajak Masyarakat Dukung dan Sukseskan PPKM Darurat

“Karena pandemi covid ini seakan-akan Trenggalek berhenti membangun kurang lebih sudah dua tahun ini, banyak anggaran dihabiskan untk menangani pandemi, jika ditambah dengan konflik sosial apalagi yang disulut oleh oknum yang mengatasnamakan agama, maka ini akan menguras energi kita, fokus kita,” terang Bupati Nur Arifin.

“Sudah dihadapkan pada pandemi, masyarakatnya kemudian tidak rukun, tidak harmonis, tentu pembangunan pasti akan bergejolak, maka peran bapak ibu sangat penting sekali,” tutupnya.