Bawa Kabur Motor Konsumen, Debt Collector OTO Finance Ngagel Bakal Dilaporkan Ke Polisi


Surabaya – Ulah debt collector kembali meresahkan masyarakat, kali ini debt collector OTO Finance dengan modus bujuk rayu menawarkan penghapusan atau keringanan denda kepada Pemohon Kredit (Debitur) bila masalah keuangannya mau diselesaikan di kantornya.

Namun sesampainya di kantor OTO, bukan solusi terbaik namun malah unit motor debitur raib dibawa kabur saat di parkir di depan kantor OTO Finance di Ruko Jl. Raya Ngagel samping Transmart, Surabaya. Jum’at (8/11).

Kepada awak media, WS menceritakan kronologinya bahwa saat itu dirinya usai mengambil tilangan sim di Kejaksaan Negeri Surabaya, sesampainya di lampu merah perempatan Jalan Sukomanuggal dirinya di berhentikan oleh 2 orang debt collector yang mengaku pegawai OTO Finance dari Mayjen Sungkono.

“Namun setelah saya jelaskan bahwa saya ada itikad baik untuk melunasi kredit beserta tunggakannya, saya sudah mengurus pelunasan dan telah di urus oleh saudara IK pegawai OTO Finance dan Dealer Panji,” ucap WS.

Namun oleh Debt Collector dari OTO Finance ternyata tidak memperbolehkan dengan memberikan janji manis bila mengurus penyelesaian kredit melalui pihaknya akan ada keringanan biaya.

Baca Juga : Presiden Pimpin Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 di TMP Kalibata

“Semua terserah mas, tapi kalau lewat saya, saya bisa membantu menekan biaya bunga bank hingga hanya bayar Rp 300 atau 500 ribu saja,” WS menirukan percakapan Debt Collector OTO Finance.

Terbujuk dengan janji debt collector tersebut, akhirnya WS pun kemudian ikut ke kantor OTO Finance yang berada di Jalan Raya Ngagel samping Transmart untuk beritikad baik melunasi sisa angsuran motornya.

Saya diajak ke OTO Finance samping Transmart, kemudian diajak ambil formulir untuk pengajuan hari ini dengan agak memaksa, agar senin bisa langsung acc tinggal bayar sisa pokok dan sisa bunga
Rp 500 ribu saja,” ujar WS seperti dikutip dari Liputan Indonesia.

SIM dan STNK motor milik WS pun diminta oleh dengan dalih untuk proses pengajuan keringanan, kemudian sim dikembalikan dan selanjutnya WS pun dihadapkan dengan pimpinan penanggung jawab dari kedua Debt Collector yang mengaku bernama Rachmat selaku External SPK dari PT. ANAK DUA PUTRA (ADP).

“Kemudian kunci motor saya diminta oleh Debt Collector dengan dalih meminjam hendak cek fisik nomer rangka dan mesin, dan saya disuruh tanda tangan katanya untuk pengajuan keringanan denda bunga, Akan tetapi bukan solusi keringanan bunga yang saya dapatkan tapi malah motor saya dibawa kabur dengan alasan motor disita paksa tanpa ada kejelasan,” ujar WS.

Baca Juga : Gubernur Khofifah Mengajak Wujudkan ‘Aku Pahlawan Masa Kini’

Anehnya ketika ditanyakan keberadaan motornya, namun justru tidak ada itikad baik dari debt collector tersebut mengembalikan kendaraan WS.

“Sehingga saya merasa ditipu dan motor saya dicuri oleh Debt Collector yang mengatasnamakan pegawai OTO Finance. Ketika saya menanyakan terkait surat sita dari pengadilan atau Fidusia mereka berkelit dan menyuruh ke OTO Finance Mayjen Sungkono,” jelasnya.

Sementara Rachmat Penanggung Jawab External SPK PT. ADP (Anak Dua Putra) saat ditanya oleh WS terkait keberadaan motornya justru mengatakan bahwa Pengajuan keringanan denda bunga bisa langsung ke OTO Mayjen Sungkono Surabaya, karena disitu pusatnya.

“Lalu untuk unit motornya kami sita karena itu milik Bank OTO Finance,” ujar Rahmat.

Merasa tertipu dan motornya dibawa kabur oleh pihak OTO Leasing serta tidak adanya niat baik dari pihak debt Colletor untuk mengembalikan unit motornya, WS berencana akan melaporkan perkara ini ke Polrestabes Surabaya.

Baca Juga : Sambut Dua Hari Bersejarah, Ribuan Warga Padati Halaman DPC PDIP Trenggalek

”Saya akan melapor ke Polrestabes guna meminta bantuan hukum sebagai warga, dan meminta agar diusut tuntas oknum debt collector yang melakukan tindakan menipu dan mengambil paksa motor dengan bujuk rayu konsumen atau debitur, saya meminta bantuan polisi karena merasa ditindas oleh tindakan dugaan kecurangan yang dilakukan OTO Finance Surabaya, padahal penyitaan benda atau barang hanya bisa dilakukan oleh juru sita pengadilan dengan berdasarkan Unit di daftarkan Fidusia,” pungkas WS.

Perlu diketahui, dengan alasan apapun tindakan dari debt collector tersebut tidak dapat dibenarkan, karena sudah diatur Fidusia dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012.

Begitu juga menurut Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011, satu-satunya pihak yang berhak menarik kendaraan kredit yang didaftarkan ke fidusia adalah pihak kepolisian, bukan lah preman berkedok Debt Collector.  (son)