32 Agen BPNT di Kecamatan Soko Profesional Layani 8.293 KPM


Tuban – Ujung tombak pelayanan terhadap pelaksanaan program penyaluran Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dari Pemerintah adalah Agen.

Biasanya disebut dengan toko yang dipergunakan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam merealisasikan bantuan hingga berwujud bahan pangan.

Salah satunya yang ada di Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, terdapat 32 Agen yang mendapat mandat untuk melayani KPM dalam menikmati bantuan tersebut. Sehingga Agen adalah bagian penting yang wajib dipantau.

Dalam hal distribusi beras misalnya. Sebelum disalurkan dari agen terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan fisik.

Baca Juga : Berdalih Menganggur, Pria Ini Nekat Curi Kotak Amal Masjid

Mulai dari kualitas beras, jumlah telur yang diberikan hingga bahan lauk yang diakan diterima KPM. Hal ini dilakukan sebagai bentuk screening agar bahan bantuan lebih berkualitas.

Seperti yang dilakukan oleh Agen milik Nungki Dian Pertiwi (28) warga Desa Sumurcinde, Kecamatan setempat. Sejak 2018 lalu dirinya sudah berkecimpung dalam hal penyaluran BPNT.

Setiap pelaksanaan penyaluran dirinya selalu mengedepankan kwalitas bahan yang akan diterima KPM. Seperti memeriksa beras, telur, daging, tempe dari suplaiyer di tingkat kecamatan.

Setelah hasilnya bagus, maka bahan pangan akan langsung didistribusikan ke KPM melalui skema yang ditentukan. Bahkan KPM yang mengambil bantuan di Agen miliknya di data dengan baik. Tujuannya agar benar – benar pemilik hak bantuan yang menerima.

Baca Juga : Menuju WBK, Lapas Tuban Siap Beradu di Kancah Nasional

“Sesuai data KPM yang mengambil di saya ada sekitar 500 KPM. Semuanya sudah sesuai data yang ada di tingkat kecamatan. Dan yang mengambil juga pemilik manfaat tersebut. Apabila ada perwakilan, maka harus kita ketahui atau ada surat keterangan. Kalau kendala sementara belum ada yang berat, hanya terkadang proses penyaluran butuh waktu lebih karena jarak dari suplaier saja, ” jelas ibu yang punya anak cantik itu.

Sementara itu, dari data di Kecamatan Soko, terdapat 8.293 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam program BPNT saat ini lebih merasakan manfaatnya. Setelah bahan di Agen siap di distribusikan setiap bulannya, maka KPM berhak mengambilnya sesuai mekanisme.

Salah satunya Sulasih (50) warga Dusun Warang, Desa Sumurcinde, kecamatan setempat. Dirinya mengaku senang rutin mengambil bantuan di agen milik Nungki. Selain bahan bantuan bagus dan dikemas dengan baik, kwalitasnya juga terjamin medium

“Saya dapat bantuan dari 2018, setiap bulan dapat Rp. 200 ribu, bantuan ya ada beras medium telur 1 kg, Daging, tempe, tahu. Alhamdulillah setiap bulan ambil disini, kalau mau ambil juga dikabari. Suami saya kerja tukang bangunan pak, semoga ya terus dapat karena membantu sekali, ” kata ibu 4 anak itu sembari menggendong beras BPNT.

Baca Juga : Gubernur Khofifah Tegaskan SPP SMA/SMK se-Jatim Gratis

Selama ini, beras yang menjadi komoditi kebutuhan adalah komoditi medium. Dengan estimasi harga beras Rp. 9.500 / Kg nya. Proses distribusi juga terbuka, yakni penyalur atau supplier wajib menunjukkan jenis beras dan ukurannya. Adapun untuk agen, wajib memeriksa sebelum diserahkan ke KPM.

Pengecekan beras menjadi salah satu tugas dan fungsi pengawasan. Sehingga menjadi penentu nilai dan manfaat BNPT. Adapun bagi beras yang memang belum memenuhi syarat akan dikembalikan dan tidak boleh didistribusikan.

“Hasilnya ada yang diterima dan belum diterima karena beras di cek ada yang kurang baik. Pecahane beras terlalu banyak biasane, kadang gabah kurang baik, atau mesin selep nya, banyak faktor, ” kata Aminuddin, selaku Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Soko.

Baca Juga : Kapolda Jatim Pimpin Anev Penanganan Covid19 Untuk Wilayah Sidoarjo dan Gresik

Sementara itu, Camat Soko Sudarto mengungkapkan bahwa pihaknya selaku memberikan arahan dan mengingatkan agar program BPNT sukses. Sukses kwalitasnya, sukses penyalurannya dan sukses sasarannya. Sehingga pengawasan adalah hal yang tidak boleh ditinggalkan.

“Kita setiap 6 bulan sekali ada pembaharuan data. Data penerima hingga data lainnya. Di setiap bulan kita juga ada cecking, yaitu pemeriksaan bahan dan supplier. Ini penting agar sesuai progres dan kelayakan, Alhamdulillah selama ini lancar, yang terbanyak KPM nya di Desa Jegulo, sekitar 700 an,” ungkapnya. (Afi).