Polrestabes Surabaya Raih Peringkat Pertama Ungkap Kasus Operasi Pekat Semeru 2019


SURABAYA – Polrestabes Surabaya menjadi Polres yang paling banyak melakukan penindakan dalam Operasi Pekat Semeru 2019 se jajaran Polda Jatim yang digelar serentak selama 12 hari.

Hal itu disampaikan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho dalam conferensi pers yang digelar di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (28/5).

“Dalam operasi Pekat Semeru kemarin, kami berhasil melakukan pengungkapan kasus sebanyak 3.917 dengan mengamankan 3.958 tersangka,” kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho.

Atas keberhasilan itu, lanjut Sandi, Polrestabes Surabaya berhasil menjadi peringkat satu dalam pengungkapan kasus selama pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2019.

“Saya ingin meskipun hasilnya lumayan banyak dan mendapat peringkat satu se jajaran Polda Jatim, harapan saya kedepan terus ditingkatkan ungkap kasus di wilayah Surabaya. Berkali-kali lipat dari ini, dan tindak tegas pelaku kejahatan jalanan. Jangan ragu-ragu,” kata perwira polisi dengan tiga melati di pundak itu.

Dari jumlah kasus tersebut, masih menurut Sandi, Polrestabes Surabaya paling banyak mengungkap kasus narkoba dan miras. Dengan menyita sejumlah barang bukti ganja sebanyak 12 kilogram, sabu-sabu 199.02 gram, ekstasi 23 butir, obat keras berbahaya (pil koplo) sebanyak 7.900 butir.

Selain itu sejumlah 5.290 botol miras disita dari 548 penjual miras, dan mendapat pembinaan, sedangkan satu tersangka penjual miras dilakukan penahanan.

“Sementara untuk kejahatan lain, Polrestabes Surabaya mengungkap 3.212 pelaku premanisme, 12 tersangka prostitusi, tujuh tersangka pornografi, 55 tersangka perjudian dan 99 tersangka narkoba,” terang Kapolrestabes Surabaya.

Dari pengungkapan kasus diatas, Polrestabes Surabaya juga telah mengamankan barang bukti berupa puluhan unit motor dan miras yang dipamerkan dalam conferensi pers yang dilaksanakan di depan Gedung Bhara Daksa Polrestabes Surabaya.

“Surabaya punya kita semua, harus kita jaga. Kalau ada kejahatan di masyarakat jangan kasih ampun, jangan kasih tempat (beraksi) di Surabaya,” tegas Kapolrestabes Surabaya. (son)