Maju Caleg DPRD Kota Surabaya, Muhammad Yusuf Siap Menyerap dan Menindaklanjuti Aspirasi Masyarakat


SURABAYA – Profesi sebagai anggota DPRD memang pekerjaan yang terhormat dan mulia ketika dikerjakan dengan penuh amanah dan tanggung jawab. Sebab, dibalik tugas dan tanggung jawab yang besar, seorang wakil rakyat harus bisa menjamin kesejahteraan rakyatnya sebagai obyek kerja mereka.

Menurut Muhammad Yusuf, DPRD memiliki fungsi legislatif dimana fungsi ini diwujudkan dalam bentuk peraturan daerah yang dimana rancangannya dimusyawarahkan bersama dengan Kepala Daerah. Output dari bentuk musyawarah bersama Kepala Daerah ini adalah berupa peraturan daerah (perda) yang menjadi norma atau pedoman bermasyarakat.

“Seperti contohnya perda yang melarang masyarakat merokok ditempat umum, larangan untuk PKL tidak boleh berjualan di trotoar jalan dan lain lain,” ujar Caleg DPRD Kota Surabaya ini.

Caleg PBB dengan nomor urut 1 ini, juga menjelaskan tugas dan tanggung jawab DPRD dalam merumuskan kebijakan yang dimana perumusan kebijakan itu haruslah update sesuai dengan kebutuhan dan konteks saat ini yang terjadi di masyarakat. Karena dalam menyampaikan pendapat masyarakat yang mungkin kurang setuju dengan kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah?.

“Seorang Anggota Dewan harus mampu dan mau menyampaikan pendapat masyarakat, serta menemukan win win solution untuk kemaslahatan rakyat bersama,” jelas Yusuf yang maju dari Dapil 2, yang meliputi Kecamatan Pabean Cantian, Semampir, Tambak Sari, dan Kenjeran.

Untuk itu, Yusuf menyampaikan bahwa, hal tersebutlah yang membuat dirinya berani untuk maju mencalonkan diri sebagai Caleg DPRD Kota Surabaya, dari Partai Bulan Bintang (PBB).

“Karena jika nanti saya terpilih menjadi anggota Dewan, saya akan gunakan tugas, fungsi, dan wewenang dari DPRD untuk menghimpun, menyerap, dan menindaklanjuti aspirasi dari Masyarakat Kota Surabaya, khususnya warga dari dapil dua,” katanya.

Untuk masalah hal seputar kampanye, Yusuf lebih memilih melakukan sosialisasi dan komunikasi langsung secara intensif dengan warga di Dapilnya.

“Caranya, dengan menggelar berbagai pertemuan, sehingga bisa tahu apa saja aspirasi dari warga di Dapil yang akan saya wakili,” ucap pria yang juga aktif di Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila ini.

Ia juga meminta restu dan dukungan dari warga Kota Surabaya, khususnya dari warga Dapil 2. “Alhamdulillah setelah banyak melakukan sosialisasi ke masyarakat, akhirnya banyak warga yang mengerti maksud dan tujuan saya untuk mencalonkan diri sebagai Caleg. Saya juga telah diberikan restu serta dukungan dari seluruh pihak, untuk itu saya siap maju sebagai Caleg DPRD Kota Surabaya pada Pemilu 2019 nanti,” katanya.

Caleg dari PBB ini juga mengatakan sudah bertemu dan bersilahturahmi dengan para tokoh agama, tokoh adat dan komponen masyarakat lainnya di wilayah Dapil 2. Yusuf juga meminta masyarakat bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban sehingga Pemilu 2019 nanti bisa berjalan aman dan lancar.

“Saya meminta kepada masyarakat agar jangan mudah terprovokasi dan terhidar dari upaya memecah belah antar umat beragama maupun adat istiadat yang selama ini telah terjalin harmonis dan baik,” tutur Alumni Sekolah Tinggi Teknologi Minyak dan Gas Bumi (STT Migas) Balikpapan ini.

Dirinya juga menyadari, upaya meningkatkan kepercayaan publik dan menekan angka golput bukan hanya tugas dan tanggungjawab Komisi Pemilihan Umum (KPU). Melainkan juga tugas dan tanggung jawab seluruh caleg untuk turun ke dapil-dapil dan memberikan pendidikan politik.

“Kita sebagai caleg harus memberikan pendidikan politik ke setiap dapil supaya masyarakat paham. Jangan hanya nunggu serangan fajar pada saat hari-H, kemudian nanti kalau sudah terpilih mereka (caleg-red) malah ngejar proyek-proyek biar balik modal. Kan pemikiran yang salah itu,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut kata dia, setiap Caleg mesti mengerti tugas dan fungsi legislatif dengan baik sebelum menduduki kursi legislatif, juga kepada Partai politik diharapkan menyeleksi para Caleg yang mendaftarkan diri melalui partai agar kualitasnya terbukti ketika Caleg menduduki kursi DPR/DPRD nantinya.

“Selain Pendidikan, tingkat kualitas Caleg juga harus di pertimbangkan oleh Partai,” pungkasnya. (*)