Keterangan 3 Saksi Dari PT. Gudang Garam Pojokkan Terdakwa


SURABAYA – Terdakwa dalam kasus pemalsuan dokumen proyek pembangunan Bandara Dhono Kediri, Jawa Timur, Sigit Jemy Sumargo alias Jemy, semakin terpojok dengan keterangan 3 saksi yang dihadirkan oleh JPU dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (20/05)

Sidang dengan agenda pemeriksaan 3 saksi dari PT. SDHI (anak perusahaan PT. Gudang Garam), Susanto, Nyoman, dan Theresia digelar di ruang Sari 1 dengan ketua majelis hakim Cokorda Gede Arthana.

Susanto, direktur yang ditunjuk khusus oleh PT. Gudang Garam untuk menangani proyek pembangunan bandara Dhoho Kediri mengatakan bahwa benar dirinya yang melaporkan terdakwa, karena terdakwa bukanlah direktur utama di PT. Surya Dhoho Investama (SDHI)

“Terdakwa bukan direktur utama di PT. SDHI, pak Wistata direktur utamanya. Saya direktur khusus untuk pembangunan bandara, saya.” kata Susanto

Kemudian saksi Nyoman, bagian Legal (Hukum) di PT. Gudang Garam menyampaikan bahwa dirinya mengetahui perkara ini dari Susanto.

“Saya di tunjukkan adanya MoU antara PT. SDHI dan PT. Waskita Karya. Dia ngaku sebagai direktur utamanya. Padahal bukan dia, pak Susanto direkturnya. ” jelas Nyoman

Terkait kerugian materiil, nyoman mengaku belum ada. Akan tetapi kerugian immateriil yang dirasakan oleh PT. SDHI. Nyoman menjelaskan PT. SDHI telah mendapat penunjukkan langsung dari pemerintah pusat, dengan kejadian ini yang ditakutkan mempengaruhi reputasi dari PT. SDHI.

“Kerugian materiil belum ada yang mulia. Adanya kerugian immateriil, karena akan mempengaruhi reputasi kami dengan kejadian ini.” imbuh Nyoman.

Sedangkan Theresia, yang bekerja di bagian accounting (akuntan) mengatakan bahwa terdakwa tidak pernah bekerja PT. SDHI atau di PT. Gudang Garam.

“Tidak pernah bekerja di tempat kami yang mulia.” ujar Theresia.

Ketika ditanyakan terkait kebenaran keterangan saksi, terdakwa menjawab benar. JPU Winarko dari Kejati Jatim pun kemudian menyanggupi permintaan hakim untuk menghadirkan saksi kembali pada persidangan Kamis (23/05) depan.

Untuk diketahui, terdakwa Jemy dilaporkan oleh Susanto, setelah mengaku sebagai direktur utama PT. SDHI dan keluarga PT. Gudang Garam yang mengerjakan bandara Doho di Kediri, Jatim.

Hal ini di buktikan dengan adanya Mou antara PT. SDHI dan PT. Waskita Karya, yang di tanda tangani oleh terdakwa Jemy sebagai direktur utama.

Atas perbuatannya, terdakwa sebagaimana diatur telah melanggar pasal 263 ayat 1 KUHP tentang pemalsuan surat.