Jadi Budak Narkoba, Dua Pemuda Semolowaru Jalani Persidangan


SURABAYA – Pengadilan Negeri Surabaya menggelar sidang dengan agenda pembacaan dakwaan, perkara kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu yang menjerat dua terdakwa Andry Octavian Darumba (21) asal Jln. Semolowaru 79 dan Tuswanto (20) asal Jln. Semolowaru Selatan 1 Surabaya. Kedua terdakwa tidak maju sendiri tapi didampingi oleh Fariji. SH, selaku kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) LACAK

SURABAYA – Pengadilan Negeri Surabaya menggelar sidang dengan agenda pembacaan dakwaan, perkara kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu yang menjerat dua terdakwa Andry Octavian Darumba (21) asal Jln. Semolowaru 79 dan Tuswanto (20) asal Jln. Semolowaru Selatan 1 Surabaya. Kedua terdakwa tidak maju sendiri tapi didampingi oleh Fariji. SH, selaku kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) LACAK

Dalam keterangannya, saksi menjelaskan bahwa perkara ini terjadi saat petugas Polsek Tenggilis Mejoyo Surabaya mendapat informasi terkait adanya transaksi narkoba di sebuah Cafe di jalan Semolowaru Selatan Surabaya.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sukisno.SH, dari Kejari Surabaya menyatakan bahwa kedua terdakwa dinyatakan bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penyalagunaan narkotika jenis sabu-sabu, guna melengkapi fakta dalam persidangan maka JPU menghadirkan saksi penangkap dari pihak Kepolisian guna dimintai keterangannya.

Berdasarkan informasi tersebut, kemudian ditindak lanjuti oleh petugas dengan melakukan penyelidikan dan pengawasan di area tersebut, kemudian pada Jum’at 22 Februari 2019, petugas melakukan penangkapan terhadap terdakwa Andry Octavian Darumba di depan rumah Jln. Semolowaru 79b Surabaya.

Dari hasil penangkapan tersebut, petugas mendapatkan barang bukti berupa tiga (3) paket plastik klip kecil berisi sabu seberat total 6,90 gram, satu (1) buah pipet kaca bekas sabu, uang tunai sebesar Rp.1.200.000 (satu juta dua ratus ribu rupiah) satu (1) buah alat hisap sabu (bong), dua (2) buah HP merk OPPO dan Infinik, satu (1) buah timbangan elektrik dan satu (1) buah kartu ATM BCA yang di temukan dikamar terdakwa.

Dalam pemeriksaan, terdakwa mengaku jika mendapat barang tersebut dari Bagus (DPO) dengan cara membeli seharga Rp.500.000 (lima ratus ribu rupiah) kemudian oleh terdakwa Andry, sabu tersebut dipecah menjadi beberapa bagaian (poket) dan dijual kepada terdakwa Tuswanto sebanyak (1) satu poket dengan harga Rp 200 ribu.

Masih menurut Andry, bahwa waktu itu terdakwa Tuswanto juga membeli sabu sebanyak (1) satu gram, seharga Rp 1,200,000 (satu juta dua ratus ribu rupiah), dari informasi terdakwa Andry tersebut kemudian dikembangkan oleh petugas dengan melakukan penangkapan terhadap terdakwa Tuswanto di sebuah Cafe dikawasan Jalan Semolowaru Surabaya.

Dari tangan terdakwa Tuswanto petugas mendapatkan barang bukti berupa (2) dua poket sisa sabu yang di akui oleh terdakwa Tuswanto jika dirinya mendapatkan sabu tersebut dari terdakwa Andry, karena perbuatan kedua terdakwa dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba, maka para terdakwa terancam pidana dalam pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) Undang Undamg RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika. (son)