Ingatkan Pentingnya Data Dukung Administratif, Kakanwil Kemenkumham Berikan Pengarahan di Kanim Tanjung Perak


SURABAYA – Penguatan terhadap UPT yang mengikuti kontestasi Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) terus dilakukan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur.

Hari ini, giliran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak yang mendapatkan pengarahan. Kakanwil Kemenkumham Jatim Susy Susilawati memberikan arahan kepada tim pembangunan ZI Kanim Tanjung Perak, Jum’at (19/7).

Selain Kakanwil Susy Susilawati yang hadir dalam pengarahan tersebut, turut mendampingi pula Kadiv Pemasyarakatan Pargiyono, Kadiv Yankum dan HAM Hajerati, Plt Kadiv Administrasi Dewi Atmi dan Plt Kadiv Imigrasi Barlian dan Kabag PP dan Humas Maerina Saeksi.

Dalam pengarahannya Susy meminta agar data dukung yang sifatnya keadministrasian segera dilengkapi dan dicek kembali, apakah ada yang terlewat atau tidak. Karena data dukung tersebut menjadi sangat penting sebagai bukti telah dilaksanakannya semua persyaratan meraih predikat WBK.

Dalam kesempatan tersebut Susy juga melakukan pengecekan indikator untuk meningkatkan IPK dan IKM. Selain masalah keadministrasian, Susy menekankan pada satu hal yang menjadi kunci keberhasilan meraih status WBK dan WBBM, yaitu adanya perubahan mindset.

“Kalau semua sudah berubah maindsetnya semua pasti akan berjalan dengan baik, karena itulah inti dari Reformasi Birokrasi,” terangnya Susy.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak, Romi Yudianto menyampaikan bahwa, pentingnya komitmen seluruh pegawai Kanim Tanjung Perak untuk dapat bekerja bersama agar bisa mewujudkan WBK dan WBBM.

“Perubahan kearah yang lebih baik harus dilakukan, untuk itu seluruh pegawai harus memiliki komitmen yang sama,” ujar Romi.

Menurut mantan Kakanim Mataram itu, dalam menuju WBK dan WBBM bukan hanya pemimpin dan tim kerja yang mendukung perubahan tapi harus didukung juga oleh seluruh pegawainya.

”Kita tidak bisa merubah masa lalu, tapi jadikan masa lalu untuk semakin baik kedepannya, Kriteria berhasil dalam perubahan ketika melihat masa lalu tidak menarik lagi,” kata Romi.

Romi juga meminta pegawainya harus berani melakukan perubahan dan melawan korupsi.

“Keberanian melakukan perubahan dan melawan korupsi adalah sesuatu yang membuat kita lebih dihargai dan sikap bagaimana kita melayani harus ditingkatkan dan dari hati,” pungkasnya. (Red).