Edarkan Narkoba, Pemuda Tambak Asri Dihukum 7,5 Tahun Penjara


Surabaya – Sidang dengan agenda pembacaan vonis (putusan) perkara narkoba dengan terdakwa Teguh Imanto (30) warga Tambak Asri XXVI Surabaya, kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (04/03).

Persidangan yang digelar diruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Dwi Winarko.SH.MH, dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Fadhil. SH dari Kejari Tanjung Perak, Surabaya, Sementara terdakwa didampingi kuasa hukumnya Sandhy Krisna dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lacak.

Hakim Dwi Winarko dalam membacakan surat putusannya menyatakan bahwa terdakwa dinyatakan bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penyalagunaan narkotika jenis sabu-sabu.

“Mengadili memutuskan untuk menghukum terdakwa Teguh Imanto dengan pidana penjara selama (7,6) tujuh tahun enam bulan, serta hukuman denda sebesar Rp 1 milyar apabila tidak dibayar maka akan diganti dengan kurungan selama (3) tiga bulan,” ucap Hakim Dwi Winarko saat membacakan putusannya.

Sebagai bahan pertimbangan Hakim yang memberatkan adalah terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba, sedangkan hal yang meringankan ialah terdakwa tidak berbelit-belit bersikap sopan selama persidangan dan menyesali perbuatannya.

Adapun putusan tersebut dinilai lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Fadhil.SH dari Kejari Tanjung Perak yang sebelumnya menuntut terdakwa (11) sebelas tahun penjara denda sebesar Rp 1 milyar serta Subsidair (1) satu tahun kurungan.

Tuntutan JPU berdasarkan perbuatan terdakwa yang dengan sengaja memiliki menjual menjadi perantara dalam jual beli narkoba, dan telah terbukti menyimpan narkotika jenis sabu sebanyak (11) sebelas poket dengan berat keseluruhan 2,131 gram, dengan demikian JPU menjerat terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika. (son)