Dua Orang Tewas di Dalam Tangki BBM Pertamina


Tuban – Dua orang ditemukan tewas mengenaskan di dalam sebuah mobil tangki bensin bertuliskan Pertamina yang terparkir di bengkel tambal ban Desa Purworejo,  Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Senin (3/6). 

Diduga kuat kedua korban yang bernama Didik Winarto (30) Desa Purworejo, Kecamatan Jenu dan Eko Susanto warga Desa Mentoso Tuban tewas menghirup udara beracun dari dalam tangki, saat tengah membersihkan bagian dalam tangki.

Jasad kedua pria malang di temukan salah satu warga bernama Firdaus, yang hendak mencucikan mobilnya di bengkel tersebut.

Curiga dengan selang air yang masih menyala ke tangki, Firdaus kemudian mengetok tangki mobil BBM. Namun saat mengetok dan memanggil-manggil keduanya, keduanya tidak ada jawaban.

“Kita duga keduanya kehabisan oksigen atau keracunan karena mobil yang di cuci kedua korban bekas dijadikan muatan solar,” kata Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Mustijat Priyambodo, saat dilokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di lapangan, bahwa kedua korban ini diketahui akan membersihkan bagian dalam mobil tangki BBM karena mengalami kebocoran.

Mobil tangki tersebut terlebih dahulu dibersihkan sebelum akhirnya dilakukan pengelasan, Setelah selesai membersihkan mobil bagian luar kemudian keduanya membersihkan tangki bagian dalam. Namun naas saat memberikan keduanya justru tak kunjung keluar.

“Saksi yang curiga kok ada suara air mengalir di dalam kemudian saksi naik ke atas dan menemukan keduanya tak bernyawa,” jelas Priyambodo.

Merasa panik karena melihat dua orang yang sudah tidak bernyawa di dalam tangki tersebut, Firdaus akhirnya melaporkan kejadian ini ke pemilik bengkel. Kemudian oleh sang pemilik kejadian ini dilaporkan ke Polsek Jenu dan diteruskan ke Polres Tuban.

“Saat ditemukan keduaanya sudah tidak lagi bernyawa dan selang karet masih dalam keadaan menyala, kemudian keduanya kita lakukan evakuasi bersama petugas BPBD Kabupaten Tuban,” imbuhnya.

Diduga penyebab tewasnya korban karena menghirup udara beracun. Setelah dilakukan evakuasi, selanjutnya kedua jasad korban dilakukan autopsi oleh petugas puskesmas Kecamatan Jenu.

Dari hasil otopsi terhadap kedua jenazah tidak ditemukan tanda-tanda penganiayan, korban diduga murni meninggal dunia karena menghirup udara beracun yang bersumber dari sisa-sisa endapan solar yang berada di tangki mobil BBM.

“Sudah kita otopsi dan hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan terhadap keduanya,” pungkasnya. (afi)